Kejar Penambang Pasir, Petugas Satpol PP Nyaris Tewas
Rabu, 20 Jun 2007 15:27 WIB
Nganjuk -
Seorang petugas Satpol PP Nganjuk nyaris tewas setelah terseret aliran sungai Brantas saat melakukan razia penambang pasir.Peristiwa ini bermula ketika petugas gabungan yang terdiri dari Satpol PP Provinsi Jatim, Satpol PP Nganjuk, Polres dan Kodim 0810 Nganjuk menggelar razia penambang pasir ilegal di Desa Bukur Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk, Rabu (20/6/2007).Ketika rombongan tiba di tepi sungai Brantas, puluhan penambang pasir yang biasanya beroperasi di sungai itu langsung menghilang. Bahkan tidak ada satupun mesin penyedot diesel yang tampak di tepi sungai, selain beberapa botol air mineral yang mengapung di tengah sungai. Hal itu membuat petugas curiga jika mesin-mesin itu telah ditenggelamkan pemiliknya ke dasar sungai dan ditandai dengan botol minuman. Pasalnya, botol-botol tersebut terlihat tidak bergerak dan terikat oleh sesuatu di dasar sungai. Entah mengapa tiba-tiba salah seorang anggota Satpol PP Nganjuk bernama Rebo, 45 tahun, memutuskan untuk terjun ke dalam sungai dan berenang menuju botol-botol tersebut. Setelah mengikat pinggangnya dengan seutas tali, ia berenang ke tengah sungai selebar lebih dari 100 meter. Namun belum sampai petugas tersebut mencapai botol-botol minuman, tiba-tiba tali pengikat tubuhnya putus. Seketika itu juga ia terlihat panik dan mencoba berenang kembali ke tepi. Namun karena tidak kuat, beberapa kali tubuhnya tenggelam dan muncul kembali di atas permukaan sungai yang cukup deras. Ironisnya, tidak satupun rekan-rekannya yang berani membantu dan terjun ke dalam air. Pasalnya, mereka tidak membekali dengan peralatan renang dan perahu. Mereka hanya bisa berteriak-teriak dengan panik sambil melemparkan tali.Setelah berjuang mati-matian selama 10 menit, petugas naas tersebut berhasil mencapai tepi sungai dengan berpegangan pada tali yang dilempar rekannya. Petugas medis yang membawa ambulans segera melarikan Rebo ke RSUD Nganjuk untuk mendapat perawatan.Kepala Satpol PP Nganjuk, Henri Sutanto mengaku tidak menduga peristiwa itu bisa terjadi. Pasalnya, korban dikenal memiliki kemampuan berenang yang handal di banding rekan-rekannya di Satpol PP Nganjuk."Mungkin ia tidak menduga jika aliran sungai yang terlihat tenang ternyata cukup deras. Selain itu ia juga tidak mengukur kemampuan dan kelebaran sungai yang mencapai lebih dari 100 meter," ujarnya di tempat kejadian.Akibat peristiwa itu, kegiatan razia penambang pasir tersebut langsung dihentikan. Petugas berencana akan melakukan razia lanjutan di tempat berbeda.
(mar/mar)










































