Labfor Polri Identifikasi Jarak Tembak di Alas Tlogo

Labfor Polri Identifikasi Jarak Tembak di Alas Tlogo

- detikNews
Rabu, 20 Jun 2007 13:59 WIB
Pasuruan - Petugas Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Surabaya kembali melakukan identifikasi di lokasi tempat kejadian perkara (TKP) bentrok antara anggota Marinir dengan warga Alas Tlogo Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan, Rabu (20/6/2007). Petugas Labfor berjumlah 10 personel ini memeriksa bekas tembakan yang diberondongkan anggota Marinir.Tim yang dipimpin Kepala Pusat Labfor Mabes Polri Brigjen Pol Ruslan Riza, mendata sejumlah 20-an lubang tembakan yang ada di pohon, bangunan rumah warga dan musholla yang tepat berada di depan rumah Dewi Khodijah, 27 tahun korban tewas saat hamil 4 bulan.Mereka juga mengukur diameter lubang bekas tembakan dan derajat kemiringannya untuk menentukan jarak tembak.Tim ini juga didampingi petugas Pomal Lantamal V Surabaya, Pomad dan Pomau untuk memantau langsung proses identifikasi yang dilakukan petugas kepolisian.Proses identifikasi ini diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu sampai dua hari. Hasil identifikasi ini dibutuhkan sebagai bahan penyidikan utuk mengusut kasus penembakan warga sipil yang dilakukan anggota Marinir 30 Mei 2007 lalu."Identifikasi ini dilakukan berdasarkan permintaan dari tim penyidik Pomal," kata Kepala Labfor Cabang Surabaya Kombes Pol Bambang Wahyu Suprapto kepada wartawan di sela-sela proses identifikasi. Identifikasi ini berfungsi untuk menentukan jarak tembak yang dilakukan angggota Marinir saat tragedi berdarah itu.Bambang mengakui bekas lubang peluru kemungkinan besar sudah berubah atau rusak karena faktor hujan dan faktor alam yang lain. Namun, dia berharap, identifikasi yang dilakukan dapat menentukan jenis peluru yang digunakan serta arah tembakan apakah benar peluru pantulan atau tembakan langsung. Dia belum bisa memaparkan hasil penyidikan yang dilakukan.Sejauh ini, lanjut Bambang, Puslabfor belum melakukan uji balistik karena penyidik Pomal Lantamal V Surabaya belum menyelesaikan administrasi. "Bila sudah selesai, kita akan membuka kembali berkas-berkas yang ada untuk keperluan uji balistik," terangnya. (mar/mar)
Berita Terkait