RSUD Gambiran Bantah Lalai

RSUD Gambiran Bantah Lalai

- detikNews
Selasa, 19 Jun 2007 20:02 WIB
Kediri - Direktur RSUD Gambiran Kediri, dr Endang Laksmiwati membantah telah melakukan malpraktik yang menyebakan Ny Sunarsih mengalami perdarahan hebat.Menurut Endang, semua tindakan medis yang dilakukan dr Ahmad Afandy, dokter yang menangani persalinan Ny Sunarsih, 29 tahun, warga Desa Purwotengah Kecamatan Papar Kabupaten Kediri sudah sesuai prosedur. Karena itu, tidak mungkin terjadi kelalaian seperti yang dituduhkan korban. "Setelah melihat hasil rekam medik dan meminta keterangan dr Ahmad Afandi, kami memastikan semua prosedur medik sudah dilakukan. Tidak ada kelalaian apapun," ujar dr Endang kepada detiksurabaya di RSUD Gambiran, Selasa (19/6/2007).Sayangnya, ketika dimintai keterangan penyebab terjadinya perdarahan pada korban, Endang enggan menjawab. Menurutnya hal itu baru bisa diketahui setelah melakukan pemeriksaan mendalam.Sementara itu menyikapi pengaduan korban kepada polisi, Endang mengaku kecewa. Menurutnya jika korban masih merasa kurang sehat, ia bisa kembali menjalani perawatan ke RSUD Gambiran dan bukan berpindah rumah sakit seperti yang dilakukan. "Kalau ia merasa masih sakit, silahkan kembali lagi ke sini, bukan berpindah rumah sakit. Sebab kami yang mengetahui riwayat kesehatannya sejak awal," kata Endang.Meski hingga kini pihaknya belum menerima panggilan dari Satuan Reskrim Polresta Kediri terkait pengaduan korban, Endang mengaku siap memberikan penjelasan yang sebenarnya. Ia meyakini jika tindakan medis yang dilakukan dr Ahmad Afandi sesuai prosedur.Hal senada disampaikan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kediri, dr Syamsul Azhar SpPd. Menurut Syamsul yang juga menjabat wakil direktur RSUD Gambiran, apa yang dilakukan dr Ahmad Afandi tidak mengandung unsur kelalaian. Karena itu ia membantah telah terjadi tindakan malpraktik terhadap korban. "Sampai sejauh ini, hasil investigasi saya tidak menunjukkan adanya kelalaian. Jadi tidak ada tindakan malpraktik dalam kasus ini," ujar Syamsul. (mar/mar)
Berita Terkait