Khoirul, Bocah Insiden Korban Pasuruan Tinggalkan RS

Khoirul, Bocah Insiden Korban Pasuruan Tinggalkan RS

- detikNews
Senin, 18 Jun 2007 16:02 WIB
Malang - Khoirul Anwar bocah berusia 4 tahun korban penembakan anggota Marinir di Desa Alas Tlogo Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan telah diizinkan pulang oleh tim dokter Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Senin (18/6/2007). Dia telah menjalani perawatan selama 20 hari dan kondisi kesehatannya telah pulih. Bahkan luka tembak di dada kirinya juga mulai mengering. Kepala puskesmas Lekok Pasuruan Muhammad Ghozali saat menjemput Khoirul menyatakan telah menyiapkan tim dokter yang bertugas khusus memantau kesehatan Khoirul selama menjalani pengobatan rawat jalan. "Kita siapkan 4 tim, yang secara bergilir memantau kesehatan korban serta melakukan perawatan bagi luka yang dideritanya," katanya.Berdasarkan pemantauan Ghozali kesehatan Khoirul menunjukkan perkembangan yang signifikan. Seluruh organ vital berfungsi dengan baik, demikian juga dengan paru-paru yang sempat terserempet pecahan proyektil telah berfungsi optimal. Sedangkan luka bekas operasi emergency serta operasi pengangkatan serpihan proyektil juga telah mengering. "Luka bekas operasi tidak ada masalah, sudah mengering dan jahitannya sudah dilepas," ujar Ghoozali. Meski demikian, Khoirul tetap akan menjalani pemeriksaan kesehatan yang dijadwalkan setiap hari selasa di RSSA Malang. Pemeriksaan ini, dibutuhkan untuk memantau perkembangan kesehatan. "Kalau melihat bekas luka operasi sudah mengering, mungkin hanya butuh waktu tiga pekan saja," tuturnya. Khoirul meninggalkan RSSA Malang, setelah dilakukan penandatanganan berita acara penyerahan dari Wakil Direktur RSSA Malang Luqman Hakim Sutrisno dengan Kepala Puskesmas Lekok Muhammad Ghozali. Sehingga, perawatan lanjutan menjadi tanggung jawab petugas medis Puskesmas Lekok. Kepulangan Khoirul mendapat perhatian khusus perawat ruang akut nomor 13 yang selama ini merawat dan memantau kesehatan Khoirul. Mereka terus mengajak Khoirul bermain dan bercanda. Saat keluar dari ruang 13 Khoirul duduk di kursi roda yang didampingi ayahnya Sutrisno dan kakeknya Samad. Dia duduk dengan memainkan mainan robot sampai menuju dua mobil ambulans yang menjemputnya. Sementara itu, Erwanto 20 tahun, korban penembakan di Alas Tlogo masih menjalani perawatan untuk memulihkan luka pasca operasi bedah colostomy atau pengalihan organ pencernaan. Kini, dia sudah mulai belajar berjalan setelah 20 hari ini menjalan perawatan di RSSA. "Doakan semoga cepat pulang, kangen keluarga di kampung," kata Erwanto. (mar/mar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait