APBD Cair, Industri Genteng Situbondo Banjir Pesanan
Senin, 18 Jun 2007 09:00 WIB
Situbondo - Mulai digelontornya dana pengerjaan proyek fisik yang ditopang APBD maupun APBN, menuai keuntungan tersendiri bagi industri genteng yang berpusat di Desa Kalibagor, Kecamatan Panji, Situbondo, Jatim. Puluhan industri rumah tangga di Jalan Raya Situbondo kini kebanjiran pesanan.Dqlam 2 pekan terakhir saja, pesanan genteng dari berbagai kualitas yang mengalir ke sentra industri genteng Kalibagor meningkat 30-40 persen. Kondisi tersebut seolah memberi darah segar bagi para pengrajin genteng yang dalam setahun terakhir nyaris gulung tikar akibat kekurangan modal.UD Tien misalnya, salah satu industri genteng skala rumah tangga terbesar di Kalibagor. Sejak beberapa minggu terakhir banyak esanan mengalir, khususnya dari luar kota seperti Bondowoso dan Jember."Untuk genteng kualitas sedang per 1.000 genteng kami patok seharga Rp 325.000. Jenis genteng inilah yang banyak dipesan. Pesanan banyak datang dari Bondowoso maupun Jember. Sekarang kan mulai banyak proyek, Pak," ungkap Sudjono (46), pemilik UD Tien, Minggu (17/6/2007).Rata-rata pemilik industri kerajinan genteng di Kalibagor saat ini merupakan pewaris atau penerus dari leluhur mereka yang sejak temurun menggeluti pembuatan genteng. Jumlah pengerajin dari semula mencapai 200-an, kini terpangkas hingga tinggal 70-an yang tetap berproduksi, akibat terhempas krisis moneter 1998 silam.Manisnya dana APBN maupun APBD untuk pembangunan proyek fisik, tak cuma dinikmati kalangan industri genteng. Kalangan buruh pemecah batu koral dan penambang pasir di Desa Kotakan dan Desa Paowan, kini juga kebanjiran order. "Jika bulan-bulan kemarin kami hanya memecah batu untuk sekadar dipajang di pinggir jalan menunggu pembeli datang, kini pesanan mulai datang bertubi-tubi. Setidaknya 3-4 truk batu dalam sehari kini harus kami layani," ucap Sujai (34) salah seorang leveransir batu pecahan warga Kotakan.
(mar/mar)











































