Amoi Tetap Diburu

Goyang Erotis di Madiun (2)

Amoi Tetap Diburu

- detikNews
Senin, 18 Jun 2007 08:17 WIB
Madiun - Mengais rezeki dengan mengumbar nafsu lewat goyang erotis bagi Silviana menjadi sebuah pilihan. Dia pun tak takut harus berhadapan dengan para ABG yang makin berani menjajakan dirinya. Silviana mengaku laku keras dengan predikat amoi yang disandangnya.Hampir 60 persen, cewek diskotek Fire Club, Magetan berasal dari etnis Tionghoa. Para amoi, begitu sebutan terhadap cewek asal Tionghoa, menjadi buruan laki-laki hidung belang. Entah apa sebabnya, sehingga mereka menjadi idola di tempat itu. Padahal mungkin saja, pelayanan para amoi mungkin sama dengan pekerja seks komersial (PSK) lainnya. Namun yang jelas, paras amoi ini memang cukup cantik dan menawan, ditambah kulit mereka yang putih bersih.Silviana yang mengaku keturunan Tionghoa kepada detiksurabaya.com mengatakan, sebelum "terdampar" di tengah gemerlapnya lampu diskotek Fire Club, mengaku jebolan dari diskotek Flamboyan Solo, Jawa Tengah. Ketika di Solo dia memang selalu terusik oleh kehadiran cewek-cewek ABG (anak baru gede) yang disuplai oleh mucikari papan atas. Merasa dirinya kurang disukai para tamunya, ia pun akhirnya mengikuti jejak seorang temannya yang sudah duluan menggelar kemolekkan tubuhnya di Fire Club, Madiun. "Untuk menghindari kejenuhan para pelanggannya, aku selalu menservis lebih. Biasanya aku memberi bonus untuk 1 jam kencan di hotel," tuturnya.Silviana mengaku, banyak teman kencannya yang puas atas layanan yang diberikannya. Bahkan, pernah untuk sekali menikmati indahnya malam di ranjang dia pernah diberi hingga Rp 1,5 juta. Sebuah angka yang cukup lumayan, untuk sebuah tarif PSK di daerah.Dari cerita Silviana ini, baru diketahui, banyak pula cewek malam yang dijadikan istri simpanannya oleh beberapa pengusaha maupun pejabat baik dari dalam maupun luar kota Madiun.Para "penggede" Madiun sering sekali menemui pasangannya di tempat ini. Mereka berani datang ke sini, mungkin saja karena tempat ini terbilang cukup aman. Namun, kendati terbilang aman, sempat juga dirazia petugas. Seperti pada Minggu (17/6/2007) malam pukul 01.00 WIB ada operasi rutin yang dilakukan aparat gabungan terdiri dari Polisi Militer (PM), Polwil Madiun dan Polresta Madiun.Operasi itu tentu saja membuat penikmat malam di tempat dugem yang terletak dijalan Hos Cokroaminoto, Kota Madiun kalang kabut. Meski para pengunjung sempat dibuat kaget oleh kehadiran petugas, namun bagi beberapa pengunjung kedatangan petugas itupun dianggapnya biasa. Mereka tetap santai menikmati larutnya malam hingga pagi hari. (mar/mar)
Berita Terkait