Rayakan Lulusan, Pelajar Dihukum Push Up oleh Polisi
Sabtu, 16 Jun 2007 18:42 WIB
Malang - Petugas kepolisian Resor Kota Malang menindak tegas para pelajar SMA yang melanggar peraturan lalu lintas saat merayakan kelulusan, Sabtu (16/6/2007). Petugas bahkan mengangkut sejumlah sepeda motor milik pelajar ke Mapolresta Malang karena tidak memiliki surat tanda nomor kendaraan (STNK).Pelanggaran lalu lintas yang dilakukan para pelajar ini, adalah tidak menggunakan helm, berboncengan tiga dan tidak memiliki SIM. Polisi melakukan razia dan operasi kendaraan bermotor yang dikendarai petugas kepolisian di sejumlah lokasi yang dilalui konvoi. Sekitar 10 petugas yang berpatroli di depan Balaikota Malang, Jl Tugu Kota Malang misalnya menghentikan sekitar 30 sepeda motor yang melanggar lalu lintas. Petugas kemudian memberikan surat tilang atau memberikan sanksi berupa hukuman fisik kepada para pelajar. "Kalau pelangarannya ringan seperti tidak memakai helm dihukum push up," kata Kaurbinops Samapta Polresta Malang Iptu Susanto kepada wartawan di depan Balaikota Malang.Upaya petugas menertibkan konvoi kendaraan bermotor sempat mendapatkan perlawanan. Seorang pelajar berkendara sepeda motor Ninja membonceng seseorang pria berpakaian preman berperawakan tegap dengan model rambut cepak tanpa memakai helm ini, sempat menantang petugas. Pelajar yang diketahui sebagai anak petinggi TNI ini hampir menabrak polisi yang menghentikan kendaraannya. Akibatnya, hampir terjadi baku hantam antara pria yang diketahui sebagai ajudan anak petingi TNI itu dengan petugas kepolisian. Untung, peristiwa itu tidak berlanjut setelah Susanto yang memimpin operasi menengahi pertikaian itu. Selanjutnya, mereka diizinkan untuk melanjutkan konvoi. "Petugas mengizinkan konvoi atau pawai kendaraan asal tertib dan tidak melanggar lalu lintas," jelas Susanto. Konvoi kendaraan bermotor sejak pagi melintas di sejumlah jalan utama kota Malang. Aksi mereka sempat menganggu penguna jalan yang lain, karena mereka terkesan ugal-ugalan seperti menyetir sambil berdiri atau dengan gaya tidur di jok sepeda motor. Padahal, petugas kepolisian memfasilitasi pelajar untuk pawai keliling kota secara tertib. Sebanyak 300-an sepeda motor dengan pengawalan petugas kepolisian diberangkatkan dari Jl Ijen Kota Malang. Rute yang ditempuh melewari Jl Bandung-Dinoyo-Jl Soekarno Hatta-Jl Blimbing-Jl Letjen S Parman-Jl Tugu-Kembali ke Jl Ijen. Namun, nampaknya para pelajar ini ingin bebas dengan menggelar konvoi bersama kelompoknya sendiri.Jumlah peserta ujian nasional SMA/MA/SMK di Kota Malang tahun 2007 sebanyak 13182 siswa 856 diantaranya tidak lulus. Dengan rincian jumlah siswa yang tidak lulus 405 siswa dari SMA, 63 siswa dari MA dan 488 siswa asal SMK.
(mar/mar)











































