Kendit, Lumbung Kusta di Situbondo

Kendit, Lumbung Kusta di Situbondo

- detikNews
Kamis, 14 Jun 2007 14:30 WIB
Situbondo - Penderita penyakit kusta di sejumlah desa kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, dalam sebulan terakhir terus meningkat. Data terkahir menunjukkan angka penularan penyakit yang disebabkan oleh bakteri microbakteri Leprae tersebut mencapai 39 orang. Tragisnya, jenis penyakit bukan cuma menyerang orang dewasa namun juga remaja usia sekolah. Dari enam desa di Kecamatan Kendit, yang paling banyak terserang lepra ada di Desa Kendit, yakni mencapai 20 penderita. Sedangkan di Desa Tambak Ukir, Bugeman, Balung, Kukusan dan Desa Klatakan, jumlah penderita lepra berkisar antara 3-4 orang. Udik (13), salah seorang penderita kusta mengaku sejak dirinya terjangkit kusta semua temannya menjauh dan tidak lagi mau bermain dengannya. Anak ketiga dari lima bersaudara ini mengaku ditulari penyakit kusta dari nenaknya sendiri, Misnaya, 65, yang sejak kecil memungut dan memeliharanya. Misnaya yang kini bermukim di Desa Kendit menuturkan dirinya sudah lima tahun berselang menderita penyakit "kutukan" tersebut. Akibatnya, kini dia merasa terasing dan dijauhi oleh kerabat dan tetangganya. Dirinya sempat menolak kesempatan berobat yang ditawarkan Puskesmas setempat dengan alasan takut diamputasi bagian kakinya. "Dengan penyakit ini saja, warga sudah begitu. Apalagi tubuh saya nantinya dioperasi, apa tidak akan menambah beban keluarga. Makanya lebih baik saya menolak untuk dioperasi, meskipun biaya semuanya ditanggung pemerintah," ujar Misnaya, Kamis (14/6/2007). Kepala Puskesmas Kendit, drg Anna Reni Refnawati mengakui, jumlah penderita kusta di Kecamatan Kendit terbanyak se-Kabupaten Situbondo. Untuk mengantisipasi merebaknya virus microbatreium leprae di masyarakat, pihaknya bersama tokoh masyarakat dan kepala desa sepempat berusaha memberikan penyuluhan terkait pengobatan gratis bagi penderita kusta tersebut. "Biasanya setiap Kamis, mereka selalu mengambil obat di Puskesmas. Namun apabila tidak, maka petugas kami yang mengantarnya," kata Anna. Dijelaskannya, pengobatan secara rutin mampu menyembuhkan penyakit tersebut. Selain obat dapat memutuskan penyebaran virus leprae, juga dapat menyembuhkan luka serta kekakuan pada kulitnya. (mar/mar)
Berita Terkait