Puluhan Hektar Tembakau Mati Kebanjiran di Bojonegoro

Puluhan Hektar Tembakau Mati Kebanjiran di Bojonegoro

- detikNews
Rabu, 13 Jun 2007 17:41 WIB
Bojonegoro - Puluhan hektar lahan tanaman tembakau di Bojonegoro, Jawa Timur mati kebanjiran. Hal ini terjadi menyusul turunnya hujan deras sejak pekan lalu.Akibatnya, petani setempat terpaksa melakukan tanam ulang, dan dipastikan musim panen bakal mundur dari jadwal yang ditetapkan.Kepada detiksurabaya.com, Rabu (13/6/2007) sejumlah petani mengeluhkan matinya tanaman tembakau mereka yang baru berumur 16 hari tersebut. Sebab, hingga kemarin, air masih menggenanggi areal persawahan mereka hingga menyebabkan tanamannya mati membusuk."Kami terpaksa menanam kembali karena hujan pada Jumat kemarin begitu deras," kata Karsito, 48, petani Dusun Leran Desa Palembon.Menurutnya, banjir telah membuat tenamannya mati sebanyak 1.500 bibit dari total tanam sekitar 5.000 bibit untuk tahap awal. Kondisi tersebut tidak hanya dialami sebagian petani di desanya.Pelaksana teknis harian Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro M. Choesni mengatakan, musim tanam tembakau tahun ini pihaknya bakal menanam tembakau jenis Virginia Voos Osgt (VO) dan tembakau jenis jawa diprediksikan mencapai kisaran 12.041 ha. Dan jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai kisaran 9.639 ha.Berdasarkan proyeksi luas areal tanaman tembakau diarahkan di daerah yang potensial sebagai penghasil tembakau virginia dan Jawa di 22 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro."Untuk tembakau Jawa di areal sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo tembakau jenis jawa juga dihasilkan di Kecamatan Temayang dan Bubulan dengan luas areal mencapai 2.889 ha," jelasnya.Sedangkan tembakau virginia VO, diproyeksikan seluas 9.125 ha, antara lain seluas 3.959 ha dengan pola kemitraan antara petani tembakau dengan PT Gudang Garam, CV Putra Bhakti Utama dan UD Supiyanto. Dan jumlah terbanyak yang bermitra masih PT GG dengan luas areal 3.166 ha. (mar/mar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait