Ikan Raksasa asal Amazon Sedot Perhatian Warga Madiun
Minggu, 10 Jun 2007 13:01 WIB
Madiun - Untuk melepas kepenatan setelah sepekan berkutat pada pekerjaannya, sebagian warga Madiun memilih refreshing dengan menyaksikan ikan Arapaima Gigas di 'Branjangan Aquarium' Jalan Mayjen Sungkono, Kota Madiun, Jawa Timur. Ikan 'raksasa' yang berasal dari Amazon, Amerika Selatan itu berwarna hitam kombinasi lurik merah menyala ini, berjenis betina. Ukurannya pun cukup besar, dengan panjang 2,75 meter dan berat 115 kg. Arapaima ini suka berenang di permukaan air tenang dan beristirahat di dasar berpasir. "Ikan dari sungai Amazon ini, bertenaga kuat dan suka berloncat keluar air. Sedangkan sifatnya, hampir mirip dengan ikan lumba-lumba. Bedanya ikan ini, suka berdesis sambil mengeluarkan udara dari perutnya," ujar pemilik 'Branjangan Aquarium' Liem Kim Tjaij kepada detiksurabaya.com, Minggu (10/6/2007).Menurutnya, ikan Arapaima jenis makannya mudah hanya bangkai ikan-ikan hias yang sudah mati. Ikan berusia 4 tahun ini, juga pernah ditawar oleh seorang pengusaha asal Jogyakarta sebesar Rp 10 juta. "Namun, saya menolak. Karena ikan Arapaima yang saya miliki belum ada di Karesidenan Madiun. Tapi bila sekarang ada yang membeli, saya akan menjualnya denngan harga Rp 15 juta," paparnya setengah berpromosi.Meski Arapaima saat ini belum dewasa, tapi sejak berusia 1 tahun sudah bisa menghibur para pengujung 'Branjangan Aquarium' ini. Pengunjung yang tadinya datang hanya sekedar melihat-lihat saja, setelah puas melihat Arapaima berenang mereka pun belanja ikan hias.Pantauan detiksurabaya.com, mulai hari Jum'at hingga Minggu 'Branjangan Aquarium' yang juga terletak di samping kanan sungai Bengawan Solo ini, setiap hari libur selalu dipadati pengunjung baik dari dalam kota mapun dari luar Madiun.Arapaima Gigas merupakan ikan air tawar terbesar di dunia. Ikan kerabat arwana ini, pada saat dewasa bisa mencapai panjang lebih dari 3 meter, dengan berat sampai dengan 200 kg.Mereka termasuk dalam ikan yang bernapas dengan mengambil udara langsug dari atmosfer (obligate air breather). Oleh karena itu, ikan ini harus muncul ke permukaan setiap 5 - 20 menit sekali, tergantung pada ukurannya. Ikan muda, biasanya muncul dipermukaan setiap 5 menit sekali, sedangkan ikan dewasa muncul setiap 18 - 20 menit sekali.Data yang dihimpun, Arapaima hanya ditemukan di Amazon dan sistem Sungai Essequito. Seperti halnya arwana yang dipelihara di Indonesia, mereka termasuk dalam daftar satwa langka yang dilindungi olah CITES, IUCN dan dilindungi dengan undang-undang di Guyana.Di habitatnya, Arapaima merupakan sumber pakan bagi komunitas penduduk setempat. Sampai dengan bulan Desember 2001, populasi mereka diperkirakan kurang dari 850 ekor di wilayah Hutan Iwokara pada ekosistem lahan basah Rupununi.Arapaima memilki 'lidah' sepanjang kurang lebih 15 cm pada saat dewasa dan bertulang, permukaannya kasar dan sering digunakan oleh penduduk setempat sabagai "amplas" atau kikir untuk menghaluskan permukaan kayu.Pada saat air dilingkungan ikan ini menyusut, dan kadar oksigen menurun, arapaima akan menghirup udara langsung dari atomosfer. Dan apabila air di lingkungannya kering, ia akan menggulungkan diri membentuk bola, dan membenamkan diri dalam lubang sampai air kembali datang.
(gik/gik)











































