Dihajar Gelombang Pasang, Nelayan Situbondo Rugi Rp 1 M

Dihajar Gelombang Pasang, Nelayan Situbondo Rugi Rp 1 M

- detikNews
Jumat, 08 Jun 2007 14:05 WIB
Situbondo - Peringatan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), terkait bakal datangnya gelombang besar dalam beberapa hari ke depan, tak digubris nelayan takut. Hal ini bisa dilihat di sejumlah perkampungan nelayan di Kabupatan Situbondo, Jawa Timur.Di Desa Kelinesari, Kecamatan Panarukan, puluhan perahu nelayan masih terlihat banyak yang melaut dan mencari ikan di perairan setempat. Bahkan sebagian besar di antara mereka tetap nekat melaut hingga ke lepas pantai dan pulau pulau sekitar Selat Jawa dan Madura."Kalau musim gelombang besar pekan lalu, kami memang tak berani melaut. Karena saat itu tanda-tanda air pasang dan badai gelombang laut banyak menimpa perahu nelayan Panarukan. Tapi kali ini tanda-tanda seperti itu tidak nampak," kata Sukandar (38), salah seorang nelayan Kilensari, Panarukan, Jumat (8/6/2007).Sukandar dan sejumlah nelayan lainnya memang sempat menjadi korban terjangan amuk gelombang besar pekan lalu. Akibat, beberapa perahu nelayan ada yang rusak parah dan terbelah.Dalam dua hari terakhir sejumlah perahu yang rusak sudah diperbaiki dan kembali melaut. Demikian halnya sejumlah keramba ikan yang sebelumnya juga rusak parah diterjang badai gelombang besar, sejak Kamis kemarin sudah dibenahi dan dioperasikan kembali."Kami hampir dua pekan ini tidak melaut. Tidak ada penghasilan lain, selain mencari ikan. Makanya asal perahu ini sudah diperbaiki dan bisa untuk melaut, ya kita kerja lagi," ungkap Sutoyo (45), nelayan Kalbut, Kecamatan Mangaran.Di perairan Pelabuhan Kalbut Kecamatan Mangaran dan sekitarnya, musibah gelombang pasang pekan lalu selain merusak puluhan perahu tradisional milik nelayan setempat juga memporak-porandakan ratusan keramba. Selain menghanyutkan ratusan unit keramba, bibit ikan kerapu di keramba itu juga turut musnah terseret gelombang. Taksir kerugian akibat rusaknya perahu nelayan dan ratusan unit keramba dalam musibah badai pasang pekan lalu, mencapai Rp 1 miliar."Mulai saat ini nelayan kembali bekerja setelah perahu mereka diperbaiki. Pemilik keramba juga mulai kembali menebar bibit kerapu, karena rusaknya keramba juga melenyapkan seluruh bibit ikan kerapu," ujar Sukamto (39), pemiliki keramba warga Dusun Pathek, Desa Duwet, Kecamatan Panarukan. (mar/mar)
Berita Terkait