Ratusan Unggas Mati Mendadak, Kediri Waspada Flu Burung

Ratusan Unggas Mati Mendadak, Kediri Waspada Flu Burung

- detikNews
Jumat, 08 Jun 2007 13:29 WIB
Kediri - Ratusan ayam dan ternak milik warga di Kabupaten Kediri mati terserang virus flu burung. Dinas Peternakan Kediri menyatakan status siaga flu burung.Kematian ratusan ayam dan ternak kambing di Dusun Combong Desa Wanengpaten Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri ini sudah terjadi sejak sepekan terakhir. Menurut warga, tanpa sebab yang pasti, tiba-tiba unggas dan ternak mereka mati mendadak.Kepala Dusun Combong Wagito menjelaskan, dalam sepekan ini warga dusun setempat panik atas kematian ayam dan kambing milik mereka. Bahkan rata-rata setiap pemilik ayam mengaku kehilangan sedikitnya 5 ekor ayam miliknya per hari. Anehnya, kematian itu berlangsung mendadak dan tidak menunjukkan tanda-tanda sakit sebelumnya."Sudah satu minggu ini ratusan ayam dan ternak di dusun ini mati mendadak. Warga yang panik langsung membakar dan menguburkan bangkainya," ujar Wagito kepada detiksurabaya di Dusun Combong, Jumat (8/6/2007).Khawatir dengan kondisi itu, Wagito kemudian melaporkan ke Dinas Kehewanan setempat. Setelah melakukan pengecekan ke lokasi dan melakukan pemeriksaan darah beberapa bangkai ayam dan kambing, Dinas Kehewanan menyatakan adanya serangan flu burung."Kami sudah memeriksa bangkai ayam dan kambing dengan Rapitest, ternyata memang betul karena flu burung," ujar Kasubdin Kesehatan Hewan Kabupaten Kediri, Munfarid melalui telepon.Karena itu, pihaknya segera melakukan pemusnahan dan penyemprotan kepada kandang ayam dan kambing di Dusun Combong untuk mengeliminir terjadinya penularan ke tempat lain.Selain itu, Munfarid akan mengerahkan petugas lapangan melakukan vaksinasi kepada unggas dan ternak yang masih hidup.Disinggung tingginya jumlah kematian tersebut, Munfarid menyatakan status siaga flu burung di Kabupaten Kediri. Selain itu, Dinas Kehewanan akan menyiagakan satu petugas di 23 kecamatan Kabupaten Kediri. Petugas itu juga masih akan didukung oleh satu petugas pemantau di masing-masing desa."Setiap ada kematian unggas dan ternak yang membahayakan, akan dilaporkansegera kepada kami untuk dilakukan pemeriksaan. Saat ini statusnya siaga flu burung agar tidak terjadi lagi penularan kepada manusia," tambahnya. (bdh/mar)
Berita Terkait