80 Persen Perusahaan di Sidoarjo Tidak Dilengkapi Hidran

80 Persen Perusahaan di Sidoarjo Tidak Dilengkapi Hidran

- detikNews
Minggu, 03 Jun 2007 11:45 WIB
Sidoarjo - Sebagian besar perusahaan di Sidoarjo, Jawa Timur tidak memenuhi standar penanggulangan kebakaran yang ditetapkan. Sekitar 80 % perusahaan tidak memiliki fasilitas hidran untuk pemadam kebakaran. "Hanya 20 % perusahaan yang memiliki fire hydran. Sementara yang lain tidak ada. Ini menyulitkan kita," kata Komandan Operasional PMK Sidoarjo M. Hasan Bisri kepada detiksurabaya.com, Minggu (3/6/2007). Selain itu, fasilitas penanggulangan kebakaran lainnya pun tidak dimiliki oleh banyak perusahaan. Fasilitas itu seperti alat pemadam portabel, sprinkle system atau pemancar air yang dipasang di langit-langit ruangan, sirkulasi udara, hidran (fire hydran), pintu darurat (exit door), lampu dan tangga darurat, serta alarm kebakaran (fire alarm). "Dari 3.500-an perusahaan yang ada di Sidoarjo yang memiliki fire hydran hanya 200-an perusahaan," ungkapnya.Dia mencontohkan seperti kebakaran yang terjadi di Ketapang Keres,Tanggulangin, perusahaan meubel tersebut tidak mempunyai alat pemadam kebakaran sehingga menyulitkan PMK untuk memadamkan api. Padahal merujuk pada Peraturan Daerah (Perda) Sidoarjo Nomor 19/2001 tentang restribusi pemeriksaan alat pemadam kebakaran setiap perusahaan harus mempunyai alat pemadam kebakaran. Tapi kenyataannya tidak semua perusahaan mematuhi hal tersebut. Menurut Hasan, setiap perusahaan yang luasnya di atas 600 meter persegi harus mempunyai fasilitas fire hydran. Sedangkan untuk perusahaan luasnya 150 meter persegi harus mempunyai alat pemadam standar. "Kalau tidak ada fire hydran mereka harus mempunyai tandon air dengan volume air 30 kubik," jelasnya. Dia menambahkan selama ini jika ada kebakaran pihaknya selalu kelabakan mencari air. Sungai di Sidoarjo, kata Hasan, sangat tergantung pada pasang air laut. Saat ini fire hydran di Sidoarjo ada di 10 titik seperti di depan kantor Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Gelora Delta Surya, RSUD Sidoarjo dan Matahari Departement Store. (wln/mar)
Berita Terkait