Pertemuan Warga Alas Tlogo dan Pangkoarmatim Deadlock
Kamis, 31 Mei 2007 20:25 WIB
Pasuruan - Pertemuan 100 warga Desa Alas Tlogo dengan Pangkoarmatim Laksda Moekhlas Sidik, Gubernur Jatim Imam Utomo, Pangdam V Brawijaya dan Bupati Pasuruan Jusbakir Aldjufri menemukan jalan buntu. Pertemuan itu digelar selama kurang lebih dua jam mulai pukul 17.00-19.00 WIB di Pendopo Kabupaten Pasuruan.Pangkoarmatim menawarkan kepada warga untuk relokasi di tepi jalan dan memberi kompensasi 500 meter persegi per kepala keluarga. Nantinya dari 3.666 hektar lahan yang dimiliki oleh TNI AL, 420 hektar diberikan kepada warga yang berjumlah kurang lebih 7 ribu orang yang tersebar di 11 desa di 2 kecamatan. Sedangkan 20 persennya akan dibangun fasilitas umum seperti sekolah, balai desa dan tanah bengkok (tanah kas desa). Sisanya lahan sebanyak 3.246 hektar, untuk kepentingan Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) TNI AL. Nantinya di sekitar Puslatpur akan dibangun landasan pesawat terbang, sekolah militer dan kegiatan aktivitas tempur. Kepala Desa Alas Tlogo Pasuruan Imam Supnadi menolak relokasi tersebut. Pasalnya, selain lahan tersebut tidak pernah dijual oleh TNI AL, pihaknya mengaku warga memiliki, mengantongi bukti-bukti letter C, petok D dan kesaksian warga. "Lahan 500 meter per segi untuk per KK tidak cukup. Sebab warga menggantungkan hidup dari bertani. Kalau 500 meter persegi tidak cukup untuk lahan pertanian. Berarti warga tidak bisa hidup. Idealnya, warga meminta 1500 per-KK," katanya di depan forum, Kamis (31/5/2007). Karena buntu, pertemuan itu akan dilakukan kembali pada Senin mendatang. Nantinya akan diteeliti bukti-bukti kepemilikan dan penyelesaian perkara sengketa tanah. Gubernur Jatim dan Pangkoarmatim berharap semua pihak menahan diri, baik dari warga maupun Marinir untuk tidak melakukan aktivitas di lahan yang disengketakan.
(fat/mar)











































