Korban Tewas Truk Terguling di Pasuruan Menjadi 13 Orang
Selasa, 29 Mei 2007 13:30 WIB
Pasuruan -
Korban tewas tergulingnya truk di Desa Sedaeng Kecamatan Tosari Pasuruan Jawa Timur menjadi 13 orang. Nyawa seorang korban yang luka kritis tidak bisa diselamatkan.Ibu Mayam yang lukanya cukup parah pada bagian otaknya menghembuskan nafas terakhir di RSU Syaiful Anwar Malang, Senin (28/5/2007) malam. Di rumah sakit tersebut, terdapat 6 korban luka yang dirujuk dari RSUD dr Sudarsono Pasuruan."Korban tewas menjadi 13. Seorang korban luka yang dirawat di Malang meninggal," kata Kapolres AKBP Boy Rafli Amar kepada wartawan di Mapolres Pasuruan, Jl dr Soetomo, Bangil, Pasuruan, Selasa (29/5/2007).Buntut kecelakaan yang menewaskan 13 orang ini, Kapolres menghimbau kepada masyarakat Pasuruan untuk menjadikan kejadian ini sebagai pengalaman dan pembelajaran supaya tidak terulang kembali di masa mendatang."Kita tegaskan agar tidak ada truk bermuatan manusia naik ke Tosari tanpa alasan apapun kecualai mengangkut Sayur," katanya.Dalam jumpa pers yang diikuti pejabat dari Polda Jatim, ini berhasil disimpulkan sejumlah penyebab kecelakaan maut yang terjadi tanggal 27 Mei 2007 itu. Kombes Pol Agus Maulana, Kepala Identifikasi PJR Polda Jatim menyatakan truk yang naas tersebut kondisinya tidak laik karena terjadinya kebocoran oli di as roda bagian belakang."Kebocoran oli di as roda belakang. Terbukti adanya kerak oli lama di tromol rem. Akibatnya tromol rem kalah," kata Agus Maulana. Penyebab berikutnya, di lokasi kejadian tidak ada penerangan jalan yang memadai serta minimnya rambu lalu lintas. Apalagi permukaan jalan batu lepas dan ketajaman turunnya 45 derajat, "Pengemudi ternyata juga tidak mempunyai SIM dengan alasan hilang pada tahun 2006 lalu. Kesimpulan ini berdasarkan hasil identifikasi petugas di lapangan maupun cek fisik pada truk," kata dia.
(gik/gik)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































