Di Kediri Beredar Minyak Goreng Daur Ulang Harga Murah
Jumat, 25 Mei 2007 12:18 WIB
Kediri -
Praktik penjualan minyak goreng curah oplosan dengan harga murah beredar luas di Kota Kediri, Jawa Timur. Tingginya harga minyak goreng di pasaran menjadi penyebabnya.Menurut sejumlah pedagang makanan, hampir setiap hari mereka mengaku didatangi beberapa orang yang ingin membeli minyak goreng bekas (jelantah). Minyak yang sudah tidak terpakai itu rencananya akan diolah menjadi minyak goreng baru untuk dijual kembali dengan harga lebih murah.Sunarti, salah seorang pedagang makanan di Pasar Pahing Kota Kediri mengatakan, sejak seminggu lalu, dirinya didatangi oleh seorang penampung minyak jelantah dari Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Kepada Sunarti, pria tersebut mengaku ingin membeli minyak bekasnya."Dia bilang mau membeli minyak jelantah saya dengan harga Rp 4.000 per kg. Saya sih senang-senang saja daripada dibuang," ujar Sunarti kepada detiksurabaya di kios miliknya di Pasar Pahing Kota Kediri, Jumat (25/5/2007).Yang membuat Sunarti heran, minyak goreng bekas itu katanya akan diolah dengan cara disaring dan diberi campuran pemutih. Hasilnya, minyak jelantah yang berwarna hitam pekat itu dalam sekejap akan berubah bening kembali. Harganyapun lebih murah yakni Rp 6.500 - 6.800 per kg, dari harga normal sebesar Rp 7.000 per kg. "Saya sendiri juga pernah ditawari minyak olahan dari orang itu, tapi saya tolak karena tahu belinya dari saya," ujar Sunarti.Hal yang sama disampaikan Sugianto, penjual ayam goreng gerobak yang mangkal di Jl Veteran Kota Kediri. Menurutnya, kegiatan jual beli minyak goreng bekas tersebut sudah lama terjadi, bahkan jauh sebelum harga minyak goreng melambung akhir-akhir ini. "Kalau beli minyak bekas sih sudah lama terjadi, katanya memang mau diolah lagi. Biasanya minyak itu dijual ke konsumen langsung di pedesaan," jelas Sugianto.Bahkan menurutnya, penadah minyak bekas itu juga beroperasi ke hotel-hotel dan restoran. Sebagian lagi bergerak ke sejumlah pengusaha kerupuk yang setiap hari menggunakan minyak sebagai bahan produksi.
(gik/gik)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































