Polisi Periksa Penjual Balpoin 'Beracun'
Kamis, 24 Mei 2007 15:15 WIB
Kediri -
Tujuh siswa SDN Bangle II Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri keracunanakibat bau wangi dari balpoin. Aparat Polsekta Ngadiluwih Kediri langsung mendatangi sekolah dan menjemput penjualnya, Siti Nasibah (20)."Kita sudah menjemput penjualnya dan kini masih dilakukan pemeriksaansebagai saksi," kata Kapolsek Ngadiluwih, AKP Totok Budi Hartanto kepadawartawan di Mapolsek Ngadiluwih, Jalan Raya Ngadiluwih, Kediri, JawaTimur, Kamis (24/5/2007).Totok menjelaskan, dalam pemeriksaan penjual balpoin itu mengaku jikabalpoin tersebut dibeli di Pasar Setono Betek Kota Kediri, Senin 21 Mei2007 lalu dengan harga Rp 22.500 per paket yang isinya 60 buah.Dari satu paket balpoin, kata Totok, Siti berhasil menjual 39 buah dansisanya 31 buah. Saat ini polisi mengamankan sisa balpoin untuk ditelitilebih lanjut tentang kandungan tintanya. "Kita akan melepaskan SitiNasibah karena hingga saat ini masih sebagai saksi," tambahnya.Polisi saat ini tengah memburu penjual balpoin di Pasar Betek Kota Kediridan distributor dan pembuat balpoin itu. Totok mengaku kasus serupa penahterjadi pada tahun 2001 silam dan saat itu pihaknya langsung melakukanrazia dan menarik semua balpoin.Sementara itu dari ketujuh siswa yang mendapat perawatan dua siswa harusmenjalani rawat inap yakni Sri Rahayu (12) dan Yengkih Nuraini (12). Tubuhkeduanya masih lemas dan diinfus. "Saya tadi disuruh mencium balpoin olehRatna karena baunya harum. Tapi setelah mencium saya langsung pusing,mual," jelas Sri Rahayu.Menurut salah satu tim medis dr Bambang Triono, ketujuh siswa itu positifkeracunan balpoin. "Mereka keracunan dari bau tinta yang menyengatsehingga menyebabkan pusing dan mual," katanya.
(fat/gik)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































