Pengrajin Berbahan Limbah di Kediri Kesulitan Modal
Senin, 21 Mei 2007 16:10 WIB
Kediri -
Karya bernilai jual tinggi tidak harus berbahan mahal. Saiku, seorang pengrajin asesoris dari Kediri membuktikannya. Dia bisa menciptakan miniatur sepeda motor dari limbah kayu olahan dengan kualitas bagus. Tapi, saat ini, Saiku kesulitan modal. Saiku, warga Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, Kediri sebenarnya tidak kesulitan mencari bahan baku usahanya. Maklum, bahan bakunya hanyalah limbah kayu olahan yang mudah didapat. Namun sayang, untuk menciptakan hasil karya yang bernilai tinggi nan ramah lingkungan ini, Saiku menemui hambatan. Antara lain, dia mengalami kesulitan modal. Selain itu, pemasaran hasil karyanya hanya mentok di Karisidenan Kediri saja. "Kita kalah bersaing dengan produk dari luar daerah yang harganya lebih murah," keluh Saiku, Senin (21/5/2007).Karena itu, dirinya juga berharap kepada pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan industri rumah tangga seperti yang dia geluti saat ini.Akan tetapi semangat Saiku yang hanya lulusan SMU ini patut dihargai. Karena hanya bermodal gergaji, amplas penghalus, dan lem, dirinya mampu menggaji 2 orang karyawannya dan bertahan di tengah harga barang pokok yang semakin tinggi.Dari tangan kreatifnya itu, Saiku yang dibantu 2 karyawannya bisa membuat karya bernilai jual tinggi. Contohnya, asesoris miniatur sepeda motor motor gede dan balap yang menjadi andalan karyanya dihargai Rp 200 ribu perbuah.
(ze/asy)










































