Duduk Perkara Hotel Singgasana Dieksekusi

Hilda Meilisa - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 14:50 WIB
eksekusi hotel singgasana
Eksekusi Hotel Singgasana (Foto file: Deny Prastyo Utomo/detikcom)
Surabaya - Hotel Singgasana dieksekusi Senin (17/1/2022). Juru sita Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang membacakan surat tugas untuk melakukan eksekusi pengosongan lahan. Direktur Utama Patra Jasa, Putut Ariwibowo angkat bicara.

Dia menjelaskan duduk perkara yang menyebabkan terjadinya eksekusi tersebut. Putut memaparkan PT Patra Jasa merupakan perusahaan yang bergerak di bidang property & development, hotels & resorts dan services.

Perusahaan ini beroperasi pertama kali di industri perhotelan sejak tahun 1975. Saat itu, Patra Jasa melebarkan sayapnya dengan merambah bisnis property dan multijasa.

Salah satu Aset Patra Jasa berada di Kelurahan Gunungsari, Kecamatan Dukuh Pakis, Surabaya, berupa tanah seluas 14 ha dan bangunan di atasnya berupa Hotel Singgasana.

Lalu pada 1992, Patra Jasa menyewakan tanah dan bangunan tersebut pada PT Patra Indonesia, yang merupakan perusahaan patungan antara Patra Jasa dan PT Indobuildco yang didirikan pada tahun 1991.

Kerja sama ini dituangkan dalam Perjanjian Sewa Menyewa dengan jangka waktu selama 25 tahun yang berakhir pada tanggal 11 Mei 2017. Namun, PT Patra Indonesia hanya membayar uang sewa sebanyak empat kali ke Patra Jasa di tahun 1992 hingga 1994.

Sedangkan untuk bulan-bulan seterusnya dan hingga saat ini, PT Patra Indonesia tidak melakukan pembayaran uang sewa pada Patra Jasa.

Putut memaparkan pada bulan November 2017, Patra Jasa mengajukan gugatan perdata melalui kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan Register Perkara No.645/Pdt.G/2017/PN.Jkt.Pst yang dalam amar putusannya memenangkan Patra Jasa.

Lalu di bulan Juni 2020, terbit penetapan eksekusi. Namun, pelaksanaan penetapan eksekusi ditunda sementara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat karena ada Permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang dimohonkan PT Patra Indonesia dan PT Indobuildco.

Akhirnya di bulan April 2021, diterima informasi permohonan PK ditolak Mahkamah Agung. Putusan PK ini telah berkekuatan hukum tetap atau inkracht.

Sementara berdasarkan ketentuan Pasal 54 ayat (2) jo Pasal 55 ayat (1) Undang-Undang No. 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, maka tahapan lanjutan yang harus dilaksanakan Patra Jasa adalah pelaksanaan lanjutan eksekusi riil terhadap Hotel Singgasana.

"Sita jaminan ini kami tempuh, untuk melindungi hak-hak hukum serta memberikan kepastian hukum Patra Jasa atas terlaksananya Putusan Peninjauan Kembali yang sudah berkekuatan hukum tetap," kata Putut dalam siaran pers yang diterima detikJatim di Surabaya, Selasa (18/1/2022).

Ke depan, Putut mengatakan pihaknya akan menata kembali Hotel Singgasana dan akan mengoptimalkannya sebelum beroperasi kembali.

"Pelaksanaan tindak lanjut yaitu sita jaminan dan eksekusi, kami laksanakan tentunya setelah kami menerima penetapan dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Kedepannya, kami akan menata kembali dan mengoptimalkan Hotel Singgasana, sehingga pada saatnya siap untuk beroperasi kembali dalam rangka mendukung program peningkatan iklim investasi, khususnya di Surabaya, Jawa Timur," tandasnya.

Setelah surat tugas dibacakan, petugas kemudian memindahkan barang-barang dari dalam bangunan area Hotel Singgasana, ke belasan truk yang sudah disediakan. Eksekusi berjalan lancar dengan penjagaan petugas gabungan di lokasi.

Sebelumnya, Juru Sita PN Surabaya Ferry Isyono mengatakan eksekusi pengosongan lahan ini sesuai dengan surat tugas Nomor W14.U1/771HK.02/1/2022 dari Pengadilan Negeri Surabaya.

"Pelaksanaan ini berdasarkan penetapan delegasi nomor 09/Pen.Pdt/Del/2021/PN.Sby yang melaksanakan permohonan dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat," kata Ferry kepada wartawan di lokasi, Senin (17/1/2022).

"Pemohon eksekusi PT Patra Jasa, dalam hal ini mereka berperkara dengan PT Patra Indonesia dan PT Indobuildco, perkaranya di Jakarta juga mereka," lanjut Ferry.

(hil/fat)