Setelah Rumah, Polisi Juga Sita 2 Mobil Tersangka Investasi Bodong Lamongan

Eko Sudjarwo - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 23:07 WIB
dua mobil aset pelaku investasi bodong di lamongan
Dua mobil aset pelaku investasi bodong di Lamongan yang disita polisi (Foto: Eko Sudjarwo)
Lamongan - Satu persatu aset tersangka investasi bodong di Lamongan terungkap. Setelah rumah, kali ini polisi berhasil menyita lagi 2 aset milik tersangka S yang masih berstatus mahasiswi ini.

Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Yoan Septi Hendri membenarkan jika hari ini pihaknya kembali menyita aset tersangka pelaku investasi bodong S. Aset yang berhasil diamankan tersebut, menurut Yoan, adalah 2 mobil yang disita dari Tuban.

"Benar, malam ini kami mengamankan dan menyita 2 mobil dari tersangka S yang berada di Tuban yang berkaitan dengan kasus investasi bodong," kata Yoan saat dikonfirmasi wartawan, Senin (17/1/2022).

Dikatakan Yoan, 2 mobil yang disita tersebut adalah aset tersangka S dari hasil investasi bodongnya yang dipegangkan ke reseller-nya yang merupakan warga Tuban. Yoan merinci, 2 kendaraan ini adalah Mobil Honda Brio seharga Rp 125 juta dan mobil Toyota Raize provit atau belum ada plat nomornya seharga Rp 273 juta dengan total nilai aset Rp 398 juta.

"Dua mobil ini kami amankan dari salah seorang reseller dari S di Tuban," ujarnya.

Yoan mengungkapkan mobil tersebut diamankan dari reseller investasi bodong dengan nama Invest Yuks dengan inisial I, seorang warga Tuban. Hingga saat ini, sebut Yoan, pihaknya telah mengamankan setidaknya 3 aset milik dari tersangka S (21) mahasiswi yang beralamat di Desa Tambakploso, Kecamatan Turi, yaitu rumah dan 2 kendaraan. Total keseluruhan nilai aset yang sudah berhasil diamankan, lanjut Yoan, senilai Rp 1,2 miliar.

"Kami akan terus menelusuri apa saja aset yang masih disimpan atau masih dimiliki tersangka untuk membantu mengembalikan kerugian korban investasi bodong ini," tandasnya.

Pada Sabtu (14/1) polisi berhasil menemukan aset tersangka berupa 1 unit rumah yang dibeli tersangka senilai Rp 947 juta. Penyidik Unit II Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polres Lamongan juga telah memasang garis polisi di rumah yang dibeli dari uang hasil investasi bodong tersangka S. Rumah yang masih dalam proses pembangunan di area Perumahan ZamZam Residence di Jalan Raya Sugio itu berhasil diendus setelah penyidik secara maraton memeriksa tersangka.

"Kami masih menunggu laporan dari masyarakat, baik dari Lamongan maupun dari luar Lamongan jika memang ada korban dari luar kota Lamongan," imbuhnya.

Seperti diketahui, warga Lamongan dihebohkan dengan ditangkapnya seorang mahasiswi asal Lamongan dengan inisial S (21) warga Desa Tambakploso, Kecamatan Turi yang menjadi owner investasi bodong dengan nama Invest Yuks. Pelaku saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan kini mendekam di sel tahanan Polres sembari menunggu proses hukum selanjutnya. Atas tindakan yang dilakukan, kepolisian menjerat S dengan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dan tindak penipuan, dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun. (iwd/iwd)