Cari Bibit Atlet Esport Potensial, Ribuan Peserta Berlaga di EJEC Jatim

Hilda Meilisa - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 21:51 WIB
atket esport jatim
Foto: Dok. Dispora Jatim
Surabaya - Ribuan atlet esport Jawa Timur akan berlaga di East Java Esports Championship (EJEC). Ajang ini diikuti ratusan tim mobile legend hingga PUBG.

Kadispora Jawa Timur Pulung Chausar mengaku pihaknya mendukung penuh gelaran EJEC ini. Pulung mengatakan kegiatan yang melibatkan ribuan anak muda ini diharap mampu memajukan esport di Jatim.

Pulung mengatakan kegiatan ini sekaligus menjaring komunitas atau gamers se-Jawa Timur untuk mencari bibit atlet yang potensial di tiap kabupaten/kota.

Selain itu, Pulung menyebut bermain game bukan lah sebuah hal yang membuang-buang waktu. Namun, jika diarahkan dengan baik, game juga memiliki manfaat.

"Tentu kami mendukung penuh, sebab esport ini merupakan olahraga yang butuh pendampingan. Dimana banyak masyarakat yang kurang setuju dengan olahraga ini. Oleh sebab itu kami akan terus bersinergi supaya masyarakat juga paham terkait olahraga ini," kata Pulung di Kantor Dispora Jatim Jalan Kayoon Surabaya, Senin (17/1/2022).

EJEC ini digelar Asosiasi Video Game Indonesia (AVGI) Jawa Timur secara hybrid sejak 27 Desember 2021 hingga 6 Februari 2022. EJEC merupakan ajang esport terbesar dan pertama kali di tahun 2021-2022.

"Output dari diselenggarakannya acara ini adalah untuk referensi atlet yang akan kami berikan kepada Esport Indonesia (ESI) Jatim. Agar komunitas yang ada di Jatim bisa semakin berkembang dan dapat mendapatkan jenjang level yang lebih tinggi yaitu menjadi atlet yang profesional di tingkat nasional maupun internasional," kata Sekretaris AVGI Jawa Timur, Arderio Hukom.

Sementara itu, Ketua Pelaksana EJEC, Swie Ging menyebut, sudah ada lebih dari 200 tim Mobile Legends dan 275 tim PUBG Mobile dengan total 2.100 peserta. Sementara untuk pendaftar rata-rata usia 16-24 tahun.

"Target kami memang di usia 16-24, karena termasuk dalam pengembangan kelompok umur ke atletan," ujar Swie.

Untuk sistem pertandingan EJEC menggunakan dua wave, dimana wave 1 dicari 8 tim terbaik PUBG Mobile dan 4 tim Mobile Legend terbaik untuk dipertandingkan di road to grand final dengan sistem BOL.

"Sementara di wave 2, mencari 8 tim PUBG Mobile terbaik dan 4 tim Mobile Legend terbaik untuk dipertandingkan di road to grand final," imbuh dia.

Setelah itu, 8 tim Mobile Legend terbaik akan bersaing secara online dan top 3 bakal datang ke Grand Final. Dimana rencana venue grand final akan diadakan di Bank Jatim HQ pada tanggal 6 Febuari 2022.

"Di tanggal tersebut 16 tim PUBG Mobile terbaik juga akan bermain secara offline di venue untuk memperebutkan 2 piala dan medali EJEC 2022," kata dia.

Swie Ging menyebut hadiah EJEC cukup besar. Nantinya para pemenang akan mendapat total uang tunai Rp 30 juta.

"Hadiah tersebut akan dibagi, yakni Rp 20 juta untuk PUBG Mobile dam Rp 10 juta untuk Mobile Legend" ucap Swie.

Dalam acara ini, AVGI Jatim juga tak lupa memasukkan edukasi kepada para atlet. Mereka diberikan time management dan disiplin dan pantang menyerah dalam melakukan suatu hal. Serta perilaku juga masuk dalam penilaian kompetisi. (hil/iwd)