Ada 8 Warga Surabaya Terjangkit DBD Selama Januari 2022

Esti Widiyana - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 15:24 WIB
DBD
Foto: Freepik
Surabaya - Sepanjang Januari, ada 8 warga Surabaya yang terjangkit demam berdarah dengue (DBD). Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta warga yang demam tinggi segera periksa ke fasilitas kesehatan (Faskes) terdekat.

"Demam berdarah di Surabaya Januari ini ada delapan orang. Kita sudah sampaikan kepada semua fasilitas kesehatan dan semua warga ketika mengalami demam tinggi, segera melakukan pemeriksaan. Jangan sampai terlambat," kata Eri kepada detikcom di rumah dinasnya di Jalan Sedap Malam Surabaya, Senin (17/1/2022).

Dari delapan orang yang terkena DBD, Eri menyebut semuanya dirawat di rumah sakit. Namun, Eri menegaskan tidak ada warganya yang meninggal akibat DBD.

Eri menambahkan pemkot memiliki waktu 2 x 24 jam untuk melakukan antisipasi. Misalnya ketika ditemukan satu orang terkena DBD di daerahnya, maka langsung dilakukan bloking untuk pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

"Alhamdulillah tidak ada lagi titik lainnya ketika ada demam berdarah, karena 2 x 24 jam kita lakukan antisipasi di sana dilakukan blokir agar tidak mengembang di sana," papar Eri.

"Meskipun kita tahu musim penghujan ini mulai naik. Maka kekuatan masyarakat yang menjadi utama kekuatan kader yang menjadi utama untuk menyelesaikan demam berdarah, meskipun juga tanggung jawab pemerintah kota," jelasnya

Pihaknya juga sudah menyampaikan ke semua faskes untuk siap siaga. Terlebih, jika ada warga yang panas tinggi, harus mendapat penanganan khusus.

Pemkot Surabaya juga menyampaikan ke lurah dan camat untuk menggerakkan kader-kader PSN untuk melihat jentik-jentik.

"Karena kekuatan kita untuk menurunkan demam berdarah ini dengan kekuatan masyarakat dan kader yang ada, bumantik dan bujumantik di masyarakat kita gerakan. Faskes, lurah dan camat PSN digerakkan," ujarnya.

"Kemudian ketika ada panas tinggi untuk warga segera paham, jangan hanya diberi Paracetamol saja segera untuk periksa ke fasilitas kesehatan terdekat, dan kita bisa antisipasi sejak awal. Kalau tidak bisa terlambat," tambahnya.

Eri pun mengajak warga untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar saat musim hujan. Karena, PR besar yang ia kerjakan adalah COVID-19 dan DBD.

"DBD ini jadi PR. Jadi COVID-19 plus DBD. Peperangan ini (COVID-19) belum selesai, meskipun landai, sekarang musim hujan lalu DBD. Ini ujian buat saya, ayo bersama semua untuk melewati masa-masa pandemi dan masa sulit ini," pungkasnya. (fat/fat)