Polisi Tingkatkan Operasi Yustisi Sejak Omicron Terdeteksi di Madiun

Polisi Tingkatkan Operasi Yustisi Sejak Omicron Terdeteksi di Madiun

Sugeng Harianto - detikNews
Sabtu, 15 Jan 2022 21:40 WIB
Varian Omicron Terdeteksi di Madiun, Polisi Tingkatkan Operasi Yustisi
Operasi yustisi (Foto: Sugeng Harianto/detikcom)
Madiun - Polisi bakal meningkatkan operasi yustisi selama PPKM level I mencegah penyebaran COVID-19. Terlebih saat ini ada laporan satu warga Madiun terdeteksi varian Omicron.

"Kita gencar melakukan operasi yustisi seiring masih pemberlakuan PPKM level 1 di Ngawi. Apalagi varian omicron sudah masuk Madiun," ujar Kapolres Ngawi AKBP I Wayan Winaya saat dikonfirmasi detikcom Sabtu (15/1/2022).

Menurut Wayan, pemberlakuan PPKM level I di Madiun telah dimulai sejak tanggal 4 hingga 17 Januari 2022. Namun saat ini kegiatan akan lebih ditingkatkan lagi terutama di tempat-tempat umum. Sedangkan operasi yustisi akan dimulai sejak pukul 09.00 WIB hingga 10.00 WIB.

"Hari ini mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB, Pleton siaga I Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD). Diketahui Polres Ngawi telah melaksanakan Giat Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1 di Wilayah Ngawi mulai tanggal 4 hingga 17 Januari 2022. Sarapan jalan protokol dan juga tempat umum pasar," paparnya.

Dalam operasi yustisi ini, lanjut Wayan, pihkanya akan memakai pendekatan persuasif dan edukatif. Hal ini agar masyarakat semakin menyadari pentingnya protokol kesehatan selama pandemi berlangsung.

"Kita terus memberikan edukasi kepada para pedagang dan pembeli di lokasi pasar, akan pentingnya menerapkan 5M sebagai langkah memutus rantai COVID-19. Utamanya waspada varian Omicron. Dalam operasi yustisi kita melibatkan unsur TNI dan juga instansi pemerintah," papar Winaya.

Polisi juga membuka layanan call center bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan terkait edukasi 5M dalam pencegahan COVID-19 dan kamtibmas. Layanan hotline itu diakses melalui nomor telepon 0852-3608-7800."Layanan call center kami buka selama 24 jam," tandas Wayan.

(fat/fat)