Januari-Februari Puncak Musim Hujan, Warga Jatim Diimbau Waspada Potensi Bencana

Hilda Meilisa - detikNews
Minggu, 16 Jan 2022 08:09 WIB
Ilustrasi hujan
Ilustrasi hujan (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Surabaya - Jawa Timur kini telah memasuki puncak musim hujan. BMKG mengimbau masyarakat senantiasa waspada potensi bencana alam.

"Pada bulan Januari - Februari 2022, wilayah Jawa Timur telah memasuki puncak musim hujan," kata Kepala Stasiun BMKG Klas I Juanda Surabaya, Taufiq Hermawan di Surabaya, Minggu (16/1/2022).

Taufiq menambahkan saat puncak musim hujan, potensi hujan dapat terjadi pada pagi, siang atau malam hari dengan intensitas bervariasi. Mulai ringan, sedang hingga lebat, dan dengan durasi yang lama.

"Adanya pusat tekanan rendah yang berada di selatan Jawa Timur menyebabkan terbentuknya daerah pertemuan massa udara di wilayah Jawa Timur," papar Taufiq.

Selain itu, ada faktor suhu muka laut yang masih cukup hangat juga sangat berpengaruh dalam menyuplai massa uap air yang semakin banyak ke atmosfer.

"Kondisi tersebut sangat berpengaruh dalam pembentukan awan-awan Cumulonimbus yang akan semakin intens dan dapat mengakibatkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang sesaat," tambahnya.

Untuk itu, Taufiq mengimbau masyarakat senantiasa waspada. Masyarakat juga diminta hati-hati dalam menghadapi potensi bencana alam.

"Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti potensi banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin," jelas Taufiq.

Di kesempatan ini, Taufiq juga meminta masyarakat mewaspadai menguatnya angin muson Barat di bulan Januari, yang dapat memicu potensi gelombang tinggi di wilayah Perairan Jawa Timur, khususnya di Laut Jawa bagian Timur dan Samudera Hindia Selatan Jawa Timur.

Tak hanya itu, ada pula potensi banjir rob yang akan terjadi pada tanggal 30 hingga 31 Januari 2022 di sekitar wilayah Surabaya Timur dan Pelabuhan Tanjung Perak.

"Hal ini diakibatkan oleh pasang maksimum air laut karena fase bulan purnama," pungkasnya. (hil/fat)