Jangan Kaget Ada Mahasiswa Rampas Tas Kresek, Ternyata Ini Alasannya

Jangan Kaget Ada Mahasiswa Rampas Tas Kresek, Ternyata Ini Alasannya

Hilda Meilisa - detikNews
Sabtu, 15 Jan 2022 09:40 WIB
Mahasiswa unusa Rampas Tas Kresek
Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Jangan kaget jika tiba-tiba ada mahasiswa merampas tas kresek atau tas plastik saat keluar dari minimarket. Ternyata, para mahasiswa ini sedang melakukan kampanye mengurangi sampah plastik.

Para mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) ini biasanya melakukan aksinya di sejumlah minimarket di Kelurahan Wonocolo, Surabaya. Aksi rampas tas kresek ini dilakukan Himpunan Mahasiswa (Hima) Kesehatan Masyarakat Unusa bersama Nowaste.Surabaya.

Kegiatan ini diberi nama Anoplas. Tapi jangan khawatir, setelah belanjaan masyarakat dirampas, mereka tetap akan menerima belanjaannya dengan tas yang lebih ramah lingkungan.

Aksi rampas tas kresek ini merupakan kegiatan yang dinisiasi mahasiswa peduli lingkungan. Hal ini dalam rangka memerangi penggunaan tas kresek berbahan plastik serta salah satu rangkaian Public Health Fair (PHF).

Founder Nowaste.Surabaya, Sofi Azilan Aini menjelaskan, acara ini sebagai bentuk kecintaan mahasiswa Unusa terhadap lingkungan dengan membatasi penggunaan plastik.

"Mahasiswa Unusa merampas plastik dan langsung diganti dengan tas yang sudah disediakan. Melalui cara ini harapannya bisa mengubah kebiasaan masyarakat dalam penggunaan plastik," katanya.

Mahasiswa Prodi S1 Kesehatan Mahasiswa ini menilai penggunaan plastik sudah cukup banyak. Selain itu, bahan plastik merupakan bahan yang susah untuk diurai.

"Membutuhkan waktu berpuluh juta tahun untuk bisa diurai, sehingga nantinya sampah ini akan menumpuk," terang Sofi.

Kegiatan rampas tas kresek ini dilakukan di tiga titik minimarket yang berada di wilayah Kelurahan Wonocolo.

Dalam kegiatan ini, Hima Kesmas Unusa bersama Nowaste.Surabaya merampas lalu menukarkannya dengan kantong kresek yang lebih ramah lingkungan atau tas belanja yang bisa diguna ulang atau reusable bag.

"Kami tidak hanya sekedar menukar, kami juga mengedukasi masyarakat untuk mengurangi sampah dengan cara membawa tas belanja sendiri ketika berbelanja," ungkap Sofi.

Kegiatan ini mendapat respon positif dari masyarakat, melalui kegiatan ini masyarakat mendapat edukasi tentang bahaya penggunaan plastik.

"Kegiatan seperti ini harus sering dilakukan, supaya masyarakat tahu bahwa penting untuk menjaga lingkungan sekitar dari sampah plastik," ucap Salah satu pengunjung minimarket, Yono Susilo.

Melalui kegiatan ini diharapkan kesadaran masyarakat akan bahaya sampah plastik dapat meningkat, sehingga sampah plastik di Indonesia dapat berkurang.

"Dari langkah kecil ini dapat berdampak besar dan diharapkan dapat ditiru oleh semua masyarakat," terangnya. (hil/fat)