Surabaya Kota Termacet di Indonesia, Dishub Punya Strategi Atasi macet

Esti Widiyana - detikNews
Kamis, 13 Jan 2022 18:11 WIB
Warga Surabaya Keluhkan Aksi Demo Buruh yang Bikin Macet
Ilustrasi jalan macet saat demo di Surabaya (Foto file: Amir Baihaqi/detikcom)
Surabaya - Surabaya disebut kota termacet di Indonesia. Itu berdasarkan hasil penelitian Global Traffic Scorecard 2021, Inrix. Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya mengaku punya solusi dalam meminimalisir kemacetan ini.

"Solusi tentunya harus pro angkutan umum, kita harus berpihak ke angkutan umum, pemkot harus hadir di situ," kata Kepala Dishub Surabaya Tunjung Iswandaru saat dihubungi detikcom, Kamis (13/1/2022).

Saat ini, kata Tunjung, Surabaya sudah memulai memperbanyak trasportasi umum. Tetapi masih belum bisa dibandingkan dengan Jakarta yang sudah memiliki MRT, LRT, busway hingga TransJakarta.

"Surabaya sudah mulai dengan Surabaya Bus, ada Buy The Service (BTS). Feeder tahun ini," ujarnya.

Untuk mengatasi kemacetan, dia berharap masyarakat bisa beralih ke transportasi atau angkutan umum. Kemudian melakukan pembatasan kendaraan pribadi.

"Tekniknya banyak, supaya tidak menggunakan kendaraan pribadi tapi transportasi umum. Surabaya sudah mulai untuk memperlancar lalu lintas," jelasnya.

Menutnya, puncak jam macet di Surabaya terjadi saat pagi dan sore. Saat sore hari dari Jalan Ahmad Yani ke arah selatan, Mayjen Sungkono, HR Muhammad dan lainnya padat, terlebih di hari Jumat.

Sedangkan pada pagi hari, wilayah yang padat yakni saat masuk kota. Tapi, semua kendaraan masih bergerak. Kecuali ada hambatan seperti mobil mogok dan lainnya.

"Justru weekend sepi, karena orang kebanyakan di rumah tidak melakukan perjalanan. Macet adalah dari ukuran nggak jam sibuk sama jam sibuk berbeda. Malam hari lebih lengang dan siang hari itu nggak bisa dijadikan patokan. Yang bisa dijadikan patokan kecepatan rata-rata," pungkasnya. (fat/fat)