Cara Polisi Magetan Agar Anak Tak Takut Divaksin Usai Pelajar Meninggal

Sugeng Harianto - detikNews
Kamis, 13 Jan 2022 09:30 WIB
vaksin anak di magetan
Foto: Sugeng Harianto
Magetan - Ada temuan pelajar meninggal sehari setelah vaksinasi, membuat sebagian orang tua di Magetan menjadi was-was. Untuk itu, Polres Magetan terus menggelar sosialisasi jika vaksinasi aman dilakukan.

"Kita masih terus melakukan kegiatan vaksinasi dengan sasaran Anak Usia 6-11 tahun di wilayah Kabupaten Magetan. Semua sudah sesuai prosedur jadi orang tua tidak perlu takut anaknya divaksinasi," ujar Kapolres Magetan AKBP Yakhob Silvana Delareskha saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (13/1/2022).

Dalam sosialisasinya, pihaknya memberi pemahaman orang tua murid jika vaksinasi untuk penting dalam antisipasi menghadapi mutasi COVID-19 varian omicron. Dengan mengikuti vaksinasi, diharapkan bisa membentuk kekebalan komunal atau gerd immunity.

"Kegiatan vaksinasi merdeka anak ini akan digelar di seluruh wilayah Magetan dengan vaksin dari Polri guna mendukung capaian target vaksinasi sasaran pada anak usia 6 s.d 11," kata Yakhob.

Yakhob menjelaskan, hampir setiap hari vaksinasi digelar seribu dosis dengan sasaran anak usia 6-11 tahun.

"Hampir setiap hari dan hari ini telah disiapkan 1.000 dosis untuk anak usia 6-11 tahun di SDN I Turi dan MIN 15 Magetan," tandasnya.

Sementara itu Kasi Humas Polres Magetan AKP Budi Kuncahyo mengatakan untuk mengantisipasi ketakutan anak saat vaksinasi, Satlantas polres Magetan melibatkan boneka Polin dan Boneka Zebra.

"Sat Lantas Polres Magetan guna menghibur anak-anak agar tidak takut saat divaksin dengan membawa boneka. Alhamdulillah semua lancar tidak ada ketegangan pada anak," papar Kuncahyo. (fat/fat)