Gus Ipul Siagakan Tim Awasi 3 Sungai Besar di Kota Pasuruan Antisipasi Banjir

Muhajir Arifin - detikNews
Selasa, 11 Jan 2022 20:26 WIB
sungai petung
Sungai Petung adalah salah satu sungai yang sering meluap di Kota Pasuruan (Foto: Muhajir Arifin)
Pasuruan - Kota Pasuruan dibelah tiga aliran sungai besar, yakni Welang, Gembong, dan Petung. Kondisi ini menyebabkan kota di pesisir utara pulau Jawa ini rawan banjir yang disebabkan luapan sungai saat musim hujan.

Sungai Welang yang berada di batas barat kota mengancam permukiman di sepanjang sisi timur sungai. Luapan sungai mengancam beberapa kelurahan seperti Karangketug dan Randusasi. Sungai ini juga sering menyebabkan banjir di jalan raya.

Sedangkan Sungai Gembong melewati tengah kota. Saat sungai ini meluap, Kelurahan Petamanan dan Kebonsari harus siaga banjir.

Sementara Sungai Petung yang melintasi sisi bagian timur kota kerap menyebabkan banjir di Kelurahan Blandongan dan sekitarnya. Air luapan sungai sering merendam jalur pantura Jalan Ir H Juanda saat debit tinggi.

"Banjir yang melanda Kota Pasuruan akibat hujan intensitas tinggi di hulu sungai yang bermuara di kawasan Kota Pasuruan. Seperti beberapa hari ini, banjir disebabkan luapan sungai yang melintasi kota," kata Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Selasa (11/1/2022).

Untuk mengantisipasi banjir, Pemkot Pasuruan menyiagakan tim pemantau debit air di Sungai Welang, Gembong dan Petung. Tim gabungan dari BPBD, Pusdalops, PMK dan relawan kecamatan juga disiagakan untuk langsung terjun mendampingi warga jika banjir terjadi.

"Seperti tadi malam tim langsung bergerak dan mensosialisasikan kepada warga agar tidak panik. Pagi hari tim mendata dampak kerugian. Terutama dampak area persawahan," terang Gus Ipul.

Pada Senin (10/1) malam, tiga kelurahan di Kota Pasuruan yakni Blandongan, Pertamanan dan Randusari, terendam banjir. Jalur Pantura di Jalan Raya Ir H Juanda juga terendam selama 7 jam hingga kendaraan roda empat dialihkan.

Berdasarkan cacatan detikcom, faktor penyebab banjir di Kota Pasuruan dan wilayah hilir lainnya yakni pasang-surut air laut. Jika laut pasang genangan banjir di permukiman semakin lama surut.

Hujan lokal dengan intensitas tinggi juga bisa menyebabkan banjir. Hal itu karena sistem drainase yang tak memadahi atau dipenuhi sampah. (iwd/iwd)