Mahasiswi Pelaku Investasi Bodong di Lamongan Jadi Tersangka, Pelapor Bertambah

Eko Sudjarwo - detikNews
Selasa, 11 Jan 2022 19:38 WIB
Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana
Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana (Foto: Eko Sudjarwo)
Lamongan - Seiring pemeriksaan yang terus dilakukan oleh polisi, status mahasiswi Lamongan yang menjalankan investasi bodong pun naik menjadi tersangka. Jumlah korban yang melapor pun bertambah.

Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana membenarkan jika status S, mahasiswi warga Desa Tambakploso, Kecamatan Turi yang menjalankan bisnis investasi bodong dengan nama Invest Yuks saat ini sudah naik menjadi tersangka dan sudah dalam penahanan polisi.

"Saat ini saudari S statusnya sudah tersangka dan kami masih akan terus melakukan pemeriksaan terhadap saudari S ini," kata Miko kepada wartawan, Selasa (11/1/2022).

Dikatakan Miko, hingga saat ini pihaknya masih mengamankan 1 orang tersangka yaitu S. Namun jumlah pelapor ke polisi ini bertambah dari semula 2 orang kini menjadi 4 orang dengan jumlah kerugian mencapai Rp 3,9 M. Pelapor ini ada yang berstatus sebagai reseller dan member dari investasi bodong yang dijalankan oleh tersangka.

"Ke-4 pelapor ini semuanya dari Lamongan. Kita juga masih menelusuri kemungkinan aset yang dimiliki tersangka," kata Miko.

Miko mengatakan pihaknya juga sudah menelusuri jejak rekening tersangka, dan diketahui uang dari para member yang masuk ke rekening tersangka itu sekitar Rp 6 miliar. Sehingga, lanjut Miko, jika di luar muncul informasi hingga ratusan miliar maka masih harus diselidiki dan aset tersangka berupa 2 mobil ternyata sudah tidak berada di tangan tersangka dan rumah juga belum dibayar lunas.

"Tersangka juga sudah membuka siapa saja resellernya dan ini masih akan kita selidiki lebih dalam lagi," tandasnya.

Hingga saat ini, jagat media sosial di Lamongan juga masih diramaikan dengan investasi bodong yang melibatkan mahasiswi asal Lamongan ini. Terbaru, beredar screenshot tersangka S dengan salah seorang temannya yang menyebut jika S terkesan lebih senang dilaporkan polisi karena tidak harus mengembalikan uang yang sudah dia kemplang.

"Mene sambangono (besok besuk ya), Tambah seneng nek pidana, Ra mbalek duek wkwkw (tambah senang kalau pidana, tidak mengembalikan uang}, Mereka sendiri yang mau aku di jalur hukum," tulis S dalam screenshot yang beredar itu.

Sementara itu, seorang reseller dari S dengan inisial AR warga Desa Karang Kecamatan Sekaran diketahui telah kabur bersama anggota keluarganya meninggalkan tempat tinggalnya. AR, menurut salah satu member yang namanya enggan untuk ditulis kabur setelah mengetahui sang owner diamankan polisi. Selain AR, seorang admin dari AR dengan inisial ME juga diketahui kabur setelah kasus ini ramai.

"Saya ini melapor ke polisi dengan kerugian investasi sekitar Rp 80 juta kepada AR," paparnya.

Seperti diketahui, seorang mahasiswi asal Lamongan dengan inisial S yang menjadi owner investasi bodong dengan nama Invest Yuks diamankan. Dari setidaknya 4 orang korbannya, pelaku berhasil meraup uang sekitar Rp 3,9 miliar dan hingga kini tidak ada keuntungan apapun yang diterima korban. (iwd/iwd)