Gempa Malang M 4,9 Terjadi Karena Subduksi Lempeng Indo-Australia

Hilda Meilisa - detikNews
Senin, 10 Jan 2022 19:13 WIB
gempa malang
Foto: Tangkapan layar
Malang - Gempa magnitudo 4,9 mengguncang Malang, Jawa Timur. Gempa ini tidak berpotensi tsunami, namun getaran gempa dirasakan masyarakat Lumajang hingga Jember.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia," kata Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Geofisika Pasuruan Suwarto kepada detikcom di Surabaya, Senin (10/1/2022).

Data yang diterima detikcom dari BMKG Tretes Pasuruan menyebut gempa ini terjadi sekitar pukul 17.28:13 WIB. Titik gempa berada pada koordinat 9.13 Lintang Selatan dan 112.73 Bujur Timur tepatnya 111 km Tenggara Kabupaten Malang.

Hingga pukul 18.10 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan atau aftershock.

"Gempa ini terjadi pada kedalaman 10 Km," tambahnya.

Sementara itu, getaran gempa dirasakan berkekuatan III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa seakan-akan ada truk berlalu hingga II MMI atau getaran dirasakan beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

"Getaran dirasakan II hingga III MMI di Blitar, Lumajang, Tulungagung, Jember," tambahnya.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," pungkasnya. (hil/iwd)