'Kinan' Meet and Greet dengan Penggemar Layangan Putus di Malang

'Kinan' Meet and Greet dengan Penggemar Layangan Putus di Malang

Muhammad Aminudin - detikNews
Sabtu, 08 Jan 2022 21:25 WIB
mommy asf
Mommy ASF saat meet and greet (Foto: Muhammad Aminudin)
Malang - Penulis novel Layangan Putus Mommy ASF menjadi pembicara dalam meet & greet 'ngobrol bareng penulis' di Gramedia Malang Town Square (Matos), Sabtu (8/1/2022), sore. Kisah yang berasal dari pengalaman pribadi ini sebelumnya viral di Facebook.

Kehadiran penulis mendapat sambutan luar biasa dari para penggemar sekaligus pembeli baru novel yang kini menjadi web series itu. Sebagian besar dari mereka merupakan kalangan anak-anak muda. Sesi tanya jawab menjadi momen paling berharga, untuk bisa mendengar keterangan langsung dari penulis.

Salah satu kemudian bertanya, apa yang mendasari penulis menggambarkan sosok Kinan seperti itu. Padahal, di dunia nyata, seorang perempuan menghadapi situasi yang dialami Kinan banyak bertolak belakang.

"Apa yang mendasari penulis menggambarkan sosok Kinan seperti itu, padahal sekitar kita, perempuan ketika menghadapi situasi seperti itu. Pasti galau, emosi, balas dendam dan sebagainya," tanya seorang perempuan yang hadir di meet & greet.

mommy asfFoto: Muhammad Aminudin

Penulis bernama asli drh Eka Nur Prasetyawati ini mengungkapkan bahwa ada perbedaan dari kisah Kinan dalam novel dengan yang diperankan dalam serial. Untuk yang di novel, Mommy ASF menyarankan agar membacanya hingga tuntas.

"Seperti yang saya sebutkan di awal tadi, jika yang di novel dengan yang di serial berbeda. Di novel itu? ya nanti baca aja ya," kata Mommy sembari tertawa.

"Kalau di serial itu yang diangkatnya perselingkuhan banget. Kalau di novel essensinya mendua, begitu juga di serial juga ada menduanya. Tapi samanya Kinan-nya yang independen," sambung pemilik Luna Pethouse ini.

Mommy ASF kemudian melanjutkan bagaimana sosok Kinan harus independen menghadapi situasi yang tengah dihadapi. Dokter hewan ini menilai bahwa situasi yang membuat sosok Kinan independen dan berdikari.

"Situasi yang menjadikan Kinan independen, karena ada anak-anak yang harus dijaga hatinya, jaga masa depannya. Jadi dia (Kinan) tak boleh tumbang yang kemudian harus kuat, harus berdikari. Walaupun ada cobaan-cobaan yang harus dihadapi. Galau ya galau, nangis ya nangis. Tetapi tetap harus kuat, berdiri demi anak-anak," bebernya.

Perbincangan langsung diakhiri dengan hadiah spesial bagi pembeli novel, untuk menerima tanda tangan sang penulis. Novel Layangan Putus saat itu bisa dibeli langsung di kasir Gramedia Matos dengan harga Rp 70 ribu.

"Sesi tanya jawab selesai, dilanjutkan dengan pemberian tanda tangan dan foto bareng penulis," ucap MC mengakhiri meet & greet Layangan Putus. (iwd/iwd)