Sidoarjo Kembangkan Potensi Wisata Bahari Tlocor

Suparno - detikNews
Sabtu, 08 Jan 2022 14:59 WIB
wisata bahari tlocor
Gus Muhdlor saat menanam tabebuya (Foto: Suparno)
Sidoarjo - Pemkab Sidoarjo mengembangkan potensi wisata bahari di Tlocor, Jabon Sidoarjo. Salah satunya dengan melakukan penanaman pohon di sepanjang jalan akses wisata setempat.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali di Sidoarjo mengatakan di wilayah Jabon selain wisata juga ada industri, sehingga perlu dilakukan penghijauan di akses utama menuju wilayah itu.

"Dengan penghijauan maka wilayah ini tidak terkesan gersang, terutama saat musim panas," kata Gus Muhdlor di sela penanaman pohon trembesi di sepanjang jalan menuju wisata bahari Tlocor, Sabtu (8/1/2021).

Bupati Sidoarjo yang akrab disapa Gus Muhdlor itu mengatakan bahwa perhatian pemerintah terhadap kelestarian lingkungan dalam menuju sentral ekowisata juga harus menjadi perhatian bersama.

"Harmonisasi pembangunan itu harus ada, maka otomatis hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan juga harus mendapat atensi, termasuk salah satunya adalah penanaman pohon," jelas Gus Muhdlor.

Menurut Gus Muhdlor, hingga saat ini Pemkab Sidoarjo berupaya untuk menginisiasi secara bertahap penanaman pohon di sepanjang jalan menuju wisata di ujung selatan Sidoarjo tersebut.

"Jalan utama sepanjang 17 kilometer tersebut menjadi perhatian khusus supaya bisa terlihat rindang," ujarnya.

Gus Muhdlor menjelaskan Pemkab Sidoarjo telah mendapat perhatian dan dukungan khusus dari kementerian KKP dalam pengembangan wisata yang ada di Sidoarjo, salah satunya dengan menyanggupi pasokan bibit ikan dan tanaman bakau.

"Nah tiga atau empat bulan ke depan, kami juga ingin menggerakkan social movement bagi masyarakat, khususnya pemuda Sidoarjo untuk membuat ranger bakau. Karena kawasan daerah sini adalah kawasan yang harus kita jaga ekosistemnya," terang Gus Muhdlor.

Pada kesempatan yang sama, Kepala DLHK Sidoarjo Bahrul Amig yang mendampingi Bupati Sidoarjo pada kegiatan penanaman pohon mengatakan penanaman pohon di sepanjang jalan Jabon tersebut mendapat respons positif dan partisipasi dari masyarakat melalui kelompok desa sadar wisata.

"Kami berharap bahwa ini juga bisa menjadi penyeimbang peneduh dan nyaman. Tujuannya, industri dan wisata itu jangan sampai kontradiktif. Yang paling berat adalah pemeliharaannya, tapi tidak ada alasan untuk tidak bisa dilaksanakan," tandas Amiq. (iwd/iwd)