50 Dokter dan Seorang Bidan FK Unair Diterjunkan dalam Erupsi Semeru

Esti Widiyana - detikNews
Sabtu, 08 Jan 2022 07:31 WIB
Erupsi Gunung Semeru terjadi pada 4 Desember 2021. Ada 50 dokter dan seorang bidan Fakultas Kesehatan Universitas Airlangga (FK Unair) yang diterjunkan ke Lumajang.
RSTKA dan BEM Unair/Foto: Esti Widiyana/detikcom
Surabaya - Erupsi Gunung Semeru terjadi pada 4 Desember 2021. Ada 50 dokter dan seorang bidan Fakultas Kesehatan Universitas Airlangga (FK Unair) yang diterjunkan ke Lumajang.

Kini, relawan kesehatan itu sudah kembali ke Surabaya. Diwakili Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) dan BEM, mereka melaporkan kegiatan sekaligus evaluasi agar lebih baik ke depan.

Direktur RSTKA, dr Agus Harianto SpB(K) melaporkan, ada beberapa tim gabungan dari Unair. Seperti FK, RSU dr Soetomo, RS Unair, IKA Unair, IKA FK Unair dan Dinkes Jatim yang langsung terjun ke lokasi setelah erupsi terjadi.

"Kami langsung bergerak cepat, 18 jam setelah kejadian kami menerjunkan tim untuk survei dan disusul tim dokter dan relawan yang lain," kata Agus kepada wartawan di FK Unair, Jumat (7/1/2022).

Sebanyak 50 dokter tersebut terdiri dari dokter spesialis dan dokter umum. Dua Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi, 13 Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan 14 PPDS bedah plastik diterjunkan untuk menangani keadaan emergensi. Termasuk melakukan tindakan operasi kepada korban luka bakar di RS Lumajang.

"Selain itu ada dua dokter spesialis anestesi, tiga PPDS anestesi, dua PPDS orthopedy dan traumatologi , 14 dokter umum dan satu bidan," sebutnya.

Tim gabungan saat itu menyebar di posko untuk melakukan pelayanan kesehatan. Yakni di Pos Pengungsi Penanggal, Desa Sumbermujur, Sumberwuluh, Kecamatan Pasirian, Pronojiwo dan Candipuro.

Selain itu, tim gabungan ini juga mengumpulkan donasi dan menyalurkan bantuan baik medis maupun non medis. Menyediakan ambulans untuk operasional di lokasi, dan jemput bola ke rumah warga untuk melakukan pelayanan kesehatan.