Satpol PP Probolinggo Tutup Tambang Pasir Ilegal

M Rofiq - detikNews
Kamis, 06 Jan 2022 20:49 WIB
Satpol PP memasang garis Satpol PP untuk menutup tambang ilegal
Satpol PP memasang garis Satpol PP untuk menutup tambang ilegal (Foto: M Rofiq)
Probolinggo - Satpol PP menutup aktivitas tambang pasir di Desa Sukorejo, Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo. Selain karena ilegal, aktivitas tambang ini membuat resah masyarakat karena dinilai merusak lingkungan hidup.

Tak hanya Satpol PP, penutupan tambang ilegal ini juga dibantu petugas gabungan mulai Dinas PUPR, Dispenda hingga TNI/ Polri. Meskipun dilakukan secara manual, kegiatan tambang ini ilegal karena tak memiliki izin.

Saat turun ke lokasi, petugas langsung memberhentikan paksa kegiatan pekerja tambang ilegal. Para pekerja pun terpaksa berhenti dan meninggalkan peralatannya untuk menambang pasir dan batu.

Petugas juga langsung mengamankan peralatan yang ditinggalkan pekerja di lokasi. Seperti cangkul hingga alat penambangan lainnya.

Selanjutnya, dipasang garis berlabel Satpol PP Pemerintah Kabupaten Probolinggo, pada pintu masuk ke lokasi penambangan. Barulah dilengkapi portal besi agar tidak ada lagi penambang yang masuk.

Kasi Penindakan Satpol PP Kabupaten Probolinggo Budi Utomu mengatakan penutupan ini berawal dari laporan warga. Para warga resah akibat ulah penambangan ilegal yang merusak lingkungannya.

"Berawal adanya laporan masyarakat ada aktivitas penambangan ilegal yang merusak lingkungan, dan kita datangi teryata betul, kita amankan peralatan dan pasang garis larangan aktivitas dan kita pasang portal besi di pintu masuk menuju lokasi penambangan ilegal," tegas Budi di lokasi, Kamis (9/1/2022).

Selama belum mengantongi izin, Budi menyebut kegiatan tambang ilegal ini akan terus ditutup. Baru jika pemilik sudah melengkapi izin, maka akan dibuka kembali.

Di kesempatan ini, Budi mengimbau masyarakat atar tak melakukan aktivitas penambangan secara ilegal tanpa izin resminya.

"Karena perbuatannya melanggar hukum tentang perusakan alam dan lingkungan," pungkasnya. (hil/iwd)