Jenazah TKI Asal Lumajang yang Tenggelam di Malaysia Dibawa ke Rumah Duka

Suparno - detikNews
Rabu, 05 Jan 2022 13:16 WIB
Jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKI asal Lumajang, yang menjadi korban kapal karam di perairan Tanjung Balai Kota Tinggi Johor Malaysia tiba di Bandara Juanda. Jenazah tersebut atas nama Sri Windari.
Jenazah Sri Windari tiba di Bandara Juanda/Foto: Suparno
Sidoarjo - Jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKI asal Lumajang, yang menjadi korban kapal karam di perairan Tanjung Balai Kota Tinggi Johor Malaysia tiba di Bandara Juanda. Jenazah tersebut atas nama Sri Windari.

Pantauan detikcom, jenazah PMI tersebut tiba di cargo Bandara Juanda pukul 09.45 WIB. Jenazah diterbangkan dari Batam menggunakan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 970.

Dari cargo, jenazah PMI itu langsung dipindahkan ke mobil ambulans dan dibawa pulang ke rumah duka di Dusun Persil Ranu Pakis RT 01 RW 15, Desa Kali Boto Kidul, Kecamatan Jatiroto, Lumajang.

Turut hadir dalam prosesi penerimaan jenazah PMI asal Lumajang itu, Kepala BP2MI Jawa Timur Happy Mei Ardini dan Kapolresta Sidoarjo Kombes Kusumo Wahyu Bintoro.

Happy mengatakan, ini kedatangan PMI yang merupakan jenazah korban kapal tenggelam di daerah Johor, Malaysia. Di Jawa Timur ada dua PMI yang menjadi korban kapal tenggelam tersebut. Alhamdulillah dalam prosesi penjemputan banyak instansi yang mendukung.

"Yang pertama sudah kami fasilitasi, korban merupakan warga Jember. Untuk hari ini prosesi penjemputan almarhumah warga Lumajang," kata Happy di Cargo Bandara Juanda. Rabu (5/1/2021).

Happy menambahkan, pihaknya juga mengantarkan jenazah sampai ke rumah duka. Almarhumah juga merupakan korban dari sindikat PMI ilegal. Pihaknya meminta para pelaku yang terlibat bisa terungkap.

"Almarhumah merupakan korban sindikat PMI ilegal. Kami meminta semua yang terlibat jaringan tersebut segera ditangkap," tambah Happy.

Untuk diketahui, Sri Windari (42) merupakan penumpang kapal laut yang karam di perairan Tanjung Balai Kota Tinggi Johor Malaysia pada Rabu (15/12/2021) sekitar pukul 07.20 WITA, bersama 7 PMI asal Nusa Tenggara Barat. (sun/bdh)