Dua Siswa SD Jombang Dirawat di RS Bukan Karena Vaksinasi Tapi Infeksi

Enggran Eko Budianto - detikNews
Senin, 03 Jan 2022 21:16 WIB
rsud jombang
RSUD Jombang (Foto: Enggran Eko Budianto)
Jombang - Zyugra Idzihar Tsalasah (9) dan Mochammad Farel (6 tahun 11 bulan) harus dirawat di RSUD Jombang setelah vaksinasi COVID-19. Komda KIPI menyimpulkan kedua siswa SD tersebut menderita sakit bukan karena efek vaksinasi.

Ketua Komda KIPI Jombang dr Suwarsih mengatakan kasus Zyugra dan Farel sama dengan Naura Sabrina Galiyah (9), siswi kelas 4 SDN Catakgayam, Mojowarno yang meninggal setelah vaksinasi COVID-19. Menurutnya, apa yang dialami tiga siswa SD tersebut bukan efek vaksinasi.

Kesimpulan ini diambil setelah pihaknya melakukan analisis bersama RSUD Jombang, pihak puskesmas, Komda KIPI Jatim dan Komnas KIPI siang tadi.

"Hasil analisis kami tiga kasus itu disimpulkan tidak ada hubungan dengan vaksinasi. Karena ada beberapa gejala hasil lab (pemeriksaan laboratorium) yang menunjukkan adanya infeksi," kata dr Suwarsih saat jumpa pers di Ruangan Bung Hatta, RSUD Jombang, Senin (3/1/2022).

Dokter spesialis anak ini menjelaskan kasus Zyugra sama dengan Naura. Kedua siswa SDN Catakgayam 1, Kecamatan Mojowarno, Jombang ini sama-sama mengalami demam dan ruam-ruam merah di badan. Namun, Zyugra cepat pulih sehingga tidak berakhir fatal seperti Naura.

"Kasus kedua (Zyugra) itu sama gejalanya (dengan Naura), tapi alhamdulillah yang kedua anaknya cepat membaik. Sekarang masih di rumah sakit," terang dr Suwarsih.

Suwarsih menjelaskan kejang-kejang yang dialami Farel juga bukan efek vaksin COVID-19. Karena siswa kelas 1 SDN Grobogan 2, Kecamatan Mojowarno itu mempunyai riwayat kejang-kejang setiap mengalami panas tinggi sejak usia 1,5 tahun.

"Jadi, panasnya apakah berkaitan dengan vaksin? Iya, seperti vaksin-vaksin lainnya. Cuman anak ini memang ada riwayat kejang kalau panas. Saat masuk (ke RSUD Jombang) dia mengalami panas yang begitu tinggi, 40,1 sehingga terjadi kejang. Alhamdulillah dengan penanganan yang baik di IGD, kejangnya bisa diatasi," jelas dr Suwarsih.

Terkait panas tinggi yang diderita Farel, dr Suwarsih mengamini itu termasuk kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). "Kalau Farel, panas memang iya bisa gejala ikutan dari imunisasi. Tapi anaknya sendiri ada riwayat kejang demam. Terbukti dia ada kelainan di rekaman otaknya," tandasnya.

Zyugra disuntik vaksin sinovac dosis pertama di SDN Catakgayam 1 pada Rabu (22/12) pagi. Ia dirawat di RSUD Jombang sejak Jumat (31/12) siang karena menderita demam dan ruam-ruam merah di badannya.

Sedangkan Farel dirawat di RSUD Jombang sejak Kamis (30/12) siang karena menderita demam dan kejang-kejang. Ia disuntik Vaksin Sinovac di Puskesmas Japanan, Mojowarno pada Selasa (28/12) sekitar pukul 09.30 WIB.

Lihat juga video 'Vaksinasi Booster Dimulai 12 Januari, Berikut Kriteria Penerimanya':

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)