Walkot Eri Janji Selesaikan Masalah Banjir Surabaya di Tahun 2022

Esti Widiyana - detikNews
Senin, 03 Jan 2022 13:42 WIB
wali kota eri cahyadi
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (Foto: Esti Widiyana)
Surabaya - Permasalahan saat hujan lebat yang berdurasi lama di Surabaya adalah banjir. Pada Kamis (30/12/2021) banyak kawasan di Surabaya terendam banjir. Tahun 2022, banjir menjadi PR dan concern Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Di tahun 2022, Eri bersama DPRD Surabaya serius dan concern menyelesaikan permasalahan banjir. Terlebih, potensi banjir sudah diprediksi BMKG karena tingginya intensitas hujan dan meningkatnya permukaan air laut.

"Banjir kita ngomong dengan DPRD, kita akan cari hulunya. Banjir tidak bisa diselesaikan. Surabaya ini sekarang di bawahnya laut, air robnya tinggi 4x lipat kalau dari BMKG," kata Eri kepada wartawan, Senin (3/1/2022).

Eri mengatakan satu-satunya jalan menyelesaikan banjir adalah dengan mencari hulu sungai di setiap wilayah. Seperti banjir yang sempat merendam Lontar, dapat diselesaikan dengan membuat tampungan air atau bozem.

"Sekarang kita cari hulunya, harus ada tampungan air. Seperti di Lontar kita buatkan bozem, seperti yang ada di depan Unesa banjir sekarang nggak karena kita alirkan ke Kali Makmur," ujar Eri.

Selain dilakukan pengerukan saluran, kata Eri, juga memperbesar saluran atau membuat saluran baru yang langsung menuju sungai utama.

Bahkan, rumah Eri sendiri di Ketintang Madya juga terendam banjir 2 jam. Penyebabnya adalah karena sungai di Ketintang Madya yang terkoneksi dengan Wonocolo, merupakan aliran irigasi untuk sawah. Sementara kawasan yang dulunya persawahan sudah dibangun rumah.

"Menyelesaikan banjir tidak bisa tidak, cari hulunya. Di Ketintang Madya, rumah saya 2 jam tidak surut itu di depan rumahku. Karena sungai yang ada di Ketintang Madya itu sungai irigasi. Sehingga air masuk sungai dilarikan ke sawah-sawah. Ketika jadi rumah, seharusnya sungai irigasi di balik, tidak mengalir ke irigasi, dibalik dia harus lari ke sungai," jelasnya.

Untuk menyelesaikan banjir di kawasan Ketintang, akan dibangun saluran yang mengalirkan air ke Sungai Rolak Gunungsari. Saluran ini diharapkan dapat mengurangi beban sungai irigasi yang menuju Wonocolo.

"Sehingga Insyaallah nanti 2022 seperti itu kita tahu hulunya di mana. Berarti di depan Jawa Pos kita buatkan langsung got (saluran) yang masuk ke Kali Rolak Gunung Sari. Sehingga tidak membebani sungai irigasi yang ada di Wonocolo," lanjut Eri.

Selain itu, sampah masyarakat juga menjadi salah satu faktor terjadinya banjir. Seperti di Kenjeran dan Kedung Cowek. Saat didatangi Eri, saluran air di kawasan itu tidak jalan karena tumpukan sampah.

"Kita harus sama-sama lah. Banjir ini kita lihat hulunya seperti apa, kedua kebiasaan hidup kita ojok dibuak (sampah) di sana (aliran air). Kita harus memberi pembelajaran. Pemerintah tidak bisa sendiri dalam menyelesaikan banjir, ya ada sampahnya, warga sama-sama jaga. Insyaallah di 2022 kita sudah konsen ke sana. Termasuk Blauran kemarin banjir, karena salurannya kecil. Dari besar ke kecil, nah itu kita selesaikan," urainya.

Bahkan, tahun 2022 ini Eri dan DPRD Surabaya memfokuskan anggaran untuk banjir. Sehingga diharapkan saat hujan tidak ada lagi banjir.

"Anggaran 2022 kita sepakat dengan DPRD kita fokuskan di daerah-daerah yang memang ada banjir atau genangan setelah hujan selesai. Harapan kami dengan DPRD dan forkopimda, ketika hujan ya tidak ada genangan, ayo diselesaikan bareng-bareng," pungkas Eri.

Lihat juga video 'Penampakan Banjir Melanda Surabaya':

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)