Ibu di Surabaya Nangis dan Lapor Polisi Karena Menduga Putrinya Diculik

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Jumat, 31 Des 2021 20:43 WIB
Ilustrasi penculikan anak
Ilustrasi/Foto: Thinkstock
Surabaya - Seorang ibu menangis di dekat jembatan penyeberangan orang (JPO) Jalan Pemuda, Surabaya. Ia mengaku sedih karena menduga putrinya diculik orang.

Peristiwa itu terjadi pada pukul 09.00 WIB. Kabar soal ibu bernama Verawati yang panik sempat beredar di aplikasi percakapan.

Warga melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian setempat. Lalu ditindaklanjuti oleh Polsek Genteng dan Satreskrim Polrestabes Surabaya. Petugas bergerak cepat. Sekitar 1,5 jam berselang, putri dari Verawati ditemukan kembali.

Saat ditemui di Polsek Genteng, Verawati menceritakan kejadiannya. Awalnya, ia bersama putri dan saudaranya berada di JPO Jalan Pemuda. Kemudian bertemu dengan seorang perempuan yang meminta bantuan kepada putrinya yang berusia 20 tahun. Mereka akhirnya pamit, dan HP putrinya dibawa oleh Verawati.

"Awalnya ketemu Mbaknya di jembatan. Nggak kenal, minta tolong untuk finger. Saya bolehin. Nggak apa-apa cuman 10 menit. Habis gitu kok lama, saya panik," ungkap Verawati kepada wartawan, Jumat (31/12/2021).

Verawati yang panik akhirnya meminta bantuan sekuriti di sekitar lokasi untuk melihat CCTV. Setelah itu, Verawati disarankan ke lokasi terakhir anaknya. Namun tidak bisa.

"Nggak bisa. Terus dengan tangan hampa (kembali), terus minta tolong satpam di dekat RRI, terus dibantu. Kemudian dilaporkan ke Satpol PP, habis gitu diteruskan ke polisi. Alhamdulillah ketemu," ujar Verawati.

Verawati sumringah melihat putrinya kembali bersama orang yang mengajak anaknya. "Alhamdulillah senang, berkat Pak Polisi dan warga di situ," ungkap Verawati.

Kapolsek Genteng Kompol Wisnu S Kuncoro mengatakan, setelah mendapat kabar dugaan penculikan, pihaknya meminta anggota menindaklanjuti informasi itu. Kanit Reskrim Polsek Genteng Iptu Sutrisno bersama Tim Resmob Polrestabes Surabaya langsung mendatangi lokasi dan mencari keberadaan putri dari Verawati.

"Kita tindaklanjuti dan cek CCTV yang ada di lokasi. Kurang dari satu jam setengah, kita sudah mendapatkan kejelasan. Anaknya tidak ada unsur penculikan, karena anak ini izin pada ibunya. Dan pihak yang mengajak sudah menjelaskan secara keseluruhan hal-hal yang jauh dari tindak pidana. Syukur alhamdulillah anaknya sudah kembali," ungkap Wisnu. (sun/bdh)