Pasca-siswa SD Meninggal, Jombang Tetap Pakai Pfizer untuk Vaksinasi Remaja

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 30 Des 2021 21:21 WIB
Seorang santriwati di Jombang menangis histeris dan meronta karena takut divaksin COVID-19. Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho turun tangan membantu menenangkan santriwati tersebut.
Vaksinasi remaja di Jombang (Foto: Enggran Eko Budianto/file)
Jombang - Komnas KIPI menyimpulkan Muhammad Bayu Setiawan (12) meninggal dunia bukan akibat vaksinasi. Vaksin Pfizer akan terus digunakan untuk anak dan remaja usia 12-18 tahun di Jombang karena dinilai mempunyai efikasi tinggi.

"Vaksin Pfizer ini efikasi (kemampuan untuk mencapai tujuan atau hasil yang diinginkan) untuk menangkal Virus Corona malah kalau usia 12 sampai 15 tahun itu bahkan 96 persen lebih," kata Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Jombang Haryo Purwono kepada wartawan, Kamis (30/12/2021).

Haryo menjelaskan Vaksin Pfizer memang diperuntukkan anak dan remaja usia 12-18 tahun dan orang dewasa usia 26 tahun. Dosis yang diberikan terhadap anak, remaja dan orang dewasa sama, yaitu 0,3 ml.

Oleh sebab itu, Bayu juga diberi Vaksin Pfizer. Karena usia bocah kelahiran 1 September 2009 itu sudah 12 tahun.

Ke depan, Vaksin Pfizer akan terus digunakan terhadap anak dan remaja usia 12-18 tahun di Kota Santri. Terlebih lagi, Komnas KIPI menyimpulkan Bayu meninggal bukan karena efek samping vaksin Covid-19.

"Kalau usia 12-18 tahun sebenarnya dalam kategori kami kan remaja, masih pakai Pfizer. Tapi tetap kami ada evaluasi selanjutnya, bisa saja jadi pelajaran. Tapi kesimpulan dari Komnas KIPI tadi tidak ada keterkaitan dengan vaksinasi," jelasnya.

Bayu sedianya mengikuti vaksinasi COVID-19 di sekolahnya pada Kamis (23/12). Namun, siswa kelas 6 SDN Gedangan, Mojowarno itu baru bisa mengikuti vaksinasi di Puskesmas Mojowarno pada Senin (27/12) sekitar pukul 09.00 WIB. Karena bocah asal Dusun Bendungrejo, Desa/Kecamatan Jogoroto, Jombang tersebut usai dikhitan pada Minggu (19/12).

Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang menyatakan Bayu sudah melalui pemeriksaan kesehatan (screening) sesuai aturan sebelum divaksin. Saat itu, Bayu dinyatakan normal dan memenuhi syarat untuk divaksin. Korban diberi vaksin Pfizer dosis pertama karena bocah yang lahir 1 September 2009 itu usianya sudah 12 tahun.

Bayu lantas menderita demam dan muntah-muntah pada Senin (27/12) tengah malam. Ia dibawa orang tuanya ke Puskesmas Mayangan, Kecamatan Jogoroto pada Selasa (28/12) sekitar pukul 05.00 WIB. Sampai di puskesmas, petugas medis menyatakan bocah berusia 12 tahun itu sudah meninggal dunia. (iwd/iwd)