Siswa SD Meninggal Setelah Vaksinasi, Keluarga Tolak Jenazah Diautopsi

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 30 Des 2021 15:06 WIB
Muhammad Bayu Setiawan (12) meninggal dunia kurang dari 24 jam setelah disuntik vaksin COVID-19 jenis Pfizer dosis pertama. Siswa kelas SD di Jombang ini sempat menunda vaksinasi karena belum lama dikhitan
Ayah Bayu (peci abu-abu)/Foto: Enggran Eko Budianto
Jombang - Siswa SD di Jombang Muhammad Bayu Setiawan meninggal kurang dari 24 jam usai vaksinasi. Keluarga Bayu sendiri menolak jenazah anaknya diautopsi.

"Sedangkan dari sisi keluarga sendiri kemarin kan tidak mau dilakukan autopsi. Sebenarnya (autopsi) biar lebih tahu penyebab meninggalnya anak ini," ujar Kasat Reskrim Polsek Jombang AKP Teguh Setiawan kepada detikcom, Kamis (30/12/2021).

Teguh mengatakan pihaknya saat ini sedang menunggu hasil penelusuran terhadap penyebab meninggalnya bocah 12 tahun tersebut yang dilakukan Komda KIPI Jombang bersama Dinas Kesehatan Jombang.

"Kami masih menunggu hasil penelitian, pengecekan yang dilakukan pihak Dinkes dan beberapa pihak yang lain. Hasilnya itu seperti apa. Karena itu kan ilmu pasti. Kami tidak bisa mengira-ngira bagaimana. Kalau dari hasil penyelidikan mereka ada nanti, mungkin salah satu contoh malapraktik atau apa, mungkin bisa jadi masukan buat kami," kata Teguh.

Jika hasil penelusuran Komda KIPI dan Dinas Kesehatan Jombang menunjukkan indikasi tindak pidana, kata Teguh, pihaknya akan menggelar penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus meninggalnya Bayu. Proses autopsi juga bakal digelar untuk lebih memastikan penyebab korban meninggal dunia.

"Kalau untuk menunjang penyidikan, mau tidak mau (jenazah Bayu diautopsi). Kan banyak kejadian sudah dimakamkan dibongkar lagi," terangnya.

Bayu sedianya mengikuti vaksinasi COVID-19 di sekolahnya pada Kamis (23/12). Namun, siswa kelas 6 SDN Gedangan itu baru bisa mengikuti vaksinasi di Puskesmas Mojowarno pada Senin (27/12) sekitar pukul 09.00 WIB. Karena bocah asal Dusun Bendungrejo, Desa/Kecamatan Jogoroto, Jombang itu usai dikhitan pada Minggu (19/12).

Dinas Kesehatan Jombang menyatakan Bayu sudah melalui pemeriksaan kesehatan (screening) sesuai aturan sebelum divaksin. Saat itu, Bayu dinyatakan normal dan memenuhi syarat untuk divaksin. Korban diberi vaksin Pfizer dosis pertama karena bocah yang lahir 1 September 2009 itu usianya sudah 12 tahun.

Bayu lantas menderita demam dan muntah-muntah pada Senin (27/12) tengah malam. Ia dibawa orang tuanya ke Puskesmas Mayangan, Kecamatan Jogoroto pada Selasa (28/12) sekitar pukul 05.00 WIB. Sampai di puskesmas, petugas medis menyatakan bocah berusia 12 tahun itu sudah meninggal dunia.

Komisi Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komda KIPI) Jombang bersama tim dari Dinkes setempat mengusut penyebab meninggalnya Bayu. Sampai saat ini mereka belum bisa menyimpulkan Bayu meninggal karena efek samping vaksin atau ada penyebab lain.

Lihat juga video 'Vaksin Anak dan Ancaman Omicron':

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)