Melihat Lagi Kasus Polisi Trenggalek Hamili Janda Didemosi 3 Tahun

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 28 Des 2021 10:42 WIB
Tiga mantan napi pencurian mempertanyakan proses penegakan hukum yang dijalankan Polres Trenggalek. Sebab, salah satu pelaku hingga kini tak diproses hukum.
Polres Trenggalek (Foto file: Adhar Muttaqin/detikcom)
Surabaya -

Kasus anggota Satlantas Polres Trenggalek, Bripka ABS yang dilaporkan menghamili seorang janda akhirnya menemui titik terang. Bripka ABS divonis bersalah dan dihukum demosi selama tiga tahun.

Polisi menggelar sidang pelanggaran kode etik terhadap Bripka ABS yang diduga telah berselingkuh dan menghamili janda. Bripka ABS dilaporkan ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Jatim usai menghamili janda dan tidak bertanggung jawab.

Wakapolres Trenggalek Kompol Heru Dwi Purnomo selaku ketua sidang kode etik, mengatakan sesuai dengan fakta-fakta persidangan yang didukung oleh sejumlah keterangan saksi, Bripka ABS dinyatakan secara sah dan meyakinkan telah melanggar kode etik profesi kepolisian.

"Iya benar, hari ini kami lakukan sidang etik terhadap Bripka ABS, yang bersangkutan kami hukum demosi selama tiga tahun," kata Heru, Senin (27/12/2021).

Hukuman tersebut lebih ringan dari tuntutan Propam yakni 5 tahun demosi. Putusan itu diambil dengan mempertimbangkan berbagai aspek dan menelaah sejumlah fakta serta keterangan dalam persidangan.

Dijelaskan Heru, dengan hukuman demosi tersebut Bripka ABS akan dipindahtugaskan atau dimutasi dari posisi semula. Lokasi mutasi terhadap Bripka ABS akan ditentukan lebih lanjut.

Heru menambahkan hukuman demosi akan berdampak langsung terhadap karir yang bersangkutan. "Penundaan kenaikan pangkat pasti akan terjadi," jelasnya.

Selain demosi, Bripka ABS juga diwajibkan untuk meminta maaf kepada institusi kepolisian atas kesalahan yang diperbuat.

Sementara itu terkait hasil sidang kode etik tersebut, Heru mengaku Bripka ABS menyatakan menerima dan mengakui kesalahannya tersebut. Yang bersangkutan juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

"Karena Bripka ABS menerima putusan itu, maka perkaranya telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah," imbuhnya.

Kasus ini bermula saat pelapor bernama AT (36) warga Kecamatan Trenggalek melaporkan ABS ke Bidpropam Polda Jatim. Dia mengaku telah dihamili namun tidak mendapat pertanggungjawaban ABS.

Simak juga 'Polisi Bongkar Sindikat Uang Palsu di Trenggalek':

[Gambas:Video 20detik]