Banyuwangi Diapresiasi untuk Sertifikasi Aset Terbanyak se-Indonesia

Ardian Fanani - detikNews
Senin, 27 Des 2021 21:59 WIB
bupati ipuk
Foto: Dok.. Pemkab Banyuwangi
Banyuwangi - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Kementerian ATR/BPN) dan Pemprov Jatim, mengapresiasi kinerja Banyuwangi yang berhasil melakukan sertifikasi aset tidak hanya terbanyak di Jatim melainkan se-Indonesia.

"Penyelamatan aset milik negara dan barang milik negara sangat penting. Ini penting untuk memberikan kepastian hukum atas kepemilikan barang dan aset milik negara. Maka, penyelamatan aset milik negara ini menjadi penting," kata Gubernur Jatim, Khofidah Indar Parawansa, saat Penyerahan Sertifikat Tanah Untuk Rakyat Jawa Timur, yang digelar Kementerian ART/BPN, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (27/12/2021).

Pada acara yang dihadiri secara virtual oleh Menteri ATR/BPN Sofyan A. Djalil tersebut, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani menerima sertifikat tanah aset pemda. Sertipikat diberikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Jawa Timur, Jonahar, dan disaksikan oleh Gubernur Khofifah.

Banyuwangi menjadi daerah terbanyak yang berhasil melakukan sertifikasi aset pemerintah sebanyak 2100 sepanjang 2021. Ini merupakan sertifikasi aset terbanyak tidak hanya di Jawa Timur melakukan seluruh Indonesia.

Gubernur mengajak para kepala daerah untuk turut mengawasi aset milik negara yang diserahterimakan kepada para kepala daerah itu.

"Para Bupati/Walikota diharapkan bisa memastikan bahwa aset-aset milik kabupaten/kota yang mereka pimpin ini sudah termonitor sesuai dengan target yang harus dicapai masing-masing daerah," pesannya.

Khofifah berpesan untuk saling menguatkan dan bersinergi di dalam mencari format bagaimana percepatan sertifikasi bisa dilakukan, sehingga penyelamatan barang milik negara dan aset milik negara bisa dilakukan dengan berbagai maksimalisasi dan ikhtiar.

"Mudah-mudahan semuanya bisa cepat selesai dan memberikan penyelamatan dari seluruh aset dan barang milik negara yang ada di lingkungan Pemda se-Jawa Timur. Terima kasih semuanya, semoga memberikan manfaat yang besar bagi pembangunan di kabupaten/kota dan provinsi Jawa Timur ," harapnya.

Sertifikasi aset dan pendaftaran tanah pada umumnya tidak hanya sekadar terbitnya sertifikasi, namun lebih pada kepastian hukum karena terbitnya sertifikasi merupakan multiplier perekonomian.