Dosen Ubaya Sulap Spirulina Jadi Gummy Candy yang Berkhasiat untuk Kesehatan

Esti Widiyana - detikNews
Minggu, 26 Des 2021 10:37 WIB
Dosen Ubaya sulap spirulina jadi gummy candy
Gummy Cnady yang dibuat dari spirulina (Foto: Dok. Humas Ubaya)
Surabaya -

Tanaman Spirulina kaya akan manfaat seperti mengatasi permasalahan kulit jerawat hingga penuaan. Selain itu spirulina juga memiliki khasiat baik untuk kesehatan tubuh karena mengandung protein dan antioksidan tinggi.

Melihat dari banyaknya manfaat spirulina bagi kesehatan tubuh, Guru Besar Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Surabaya (Ubaya), Prof Ir Lieke Riadi PhD menyulap tanaman spirulina menjadi gummy candy. Inovasi ini hasil penelitian kultivasi spirulina dengan media alami limbah tempe.

Penelitian ini bertujuan menumbuhkan spirulina dengan kandungan protein serta antioksidan lebih baik, sehingga aman digunakan untuk bahan pangan dan pakan ternak.

"Spirulina dikenal sebagai super food karena kandungan komplet yang terkandung di dalamnya dan dibutuhkan untuk melengkapi gizi yang dibutuhkan tubuh," kata Prof Lieke di Ubaya, Minggu (26/12/2021).

Lieke menjelaskan sebelumnya belum ada studi yang membahas mengenai pemanfaatan air hasil rendaman kedelai dalam proses pembuatan tempe menjadi media dalam menumbuhkan spirulina. Oleh karena itu, pemanfaatan limbah tempe sebagai media kultivasi spirulina bisa dianggap hal yang baru.

Dosen Ubaya sulap spirulina jadi gummy candyPenelitian untuk menyulap spirulina jadi gummy candy (Foto: Dok. Humas Ubaya)

"Limbah tempe mempunyai kandungan protein yang tinggi dan cocok digunakan sebagai media kultivasi spirulina. Dalam proses kultivasi spirulina dibutuhkan faktor-faktor pendukung lain seperti intensitas cahaya atau suhu ruangan agar pertumbuhan spirulina lebih optimal," jelasnya.

Untuk menunggu spirulina siap panen, membutuhkan waktu kurang lebih 5-7 hari. Hasil penelitian membuktikan, bahwa perkembangbiakan spirulina dengan limbah tempe jauh lebih baik dibandingkan tanpa limbah tempe.

"Setelah diukur ternyata kandungan protein mencapai 63 persen, angka ini mendekati spirulina komersial. Bedanya, hasil spirulina kami lebih aman dan sehat karena tidak menggunakan bahan-bahan kimia. Limbah tempe yang kami gunakan sudah dianalisa dan tidak mengandung logam berat," ujarnya.

Menurut Lieke, spirulina yang dipanen akan sangat aman jika dikembangkan lebih lanjut menjadi berbagai macam produk. Mulai dari produk makanan hingga pakan ternak.