Gereja di Surabaya Buat Pohon Natal dari Barang Kesenian Nusantara

Esti Widiyana - detikNews
Jumat, 24 Des 2021 17:47 WIB
Inovasi dan kreasi menyambut Natal dilakukan di banyak tempat. Seperti Gereja Kristus Raja Surabaya yang membuat pohon natal dari barang kesenian nusantara.
Pohon Natal dari barang kesenian Nusantara/Foto: Esti Widiyana/detikcom
Surabaya - Inovasi dan kreasi menyambut Natal dilakukan di banyak tempat. Seperti Gereja Kristus Raja Surabaya yang membuat pohon natal dari barang kesenian nusantara.

Ketua Panitia Natal Gereja Kristus Raja, Rosarita Puspa Wungu mengatakan, pohon Natal yang dibuat bertajuk persatuan persaudaraan. Mereka merangkai pohon Natal menggunakan barang kesenian dari perwakilan provinsi di Indonesia.

"Konsepnya sendiri kami mengangkat kebersamaan dengan kesenian yang mencakup hampir dari seluruh Indonesia. Ada seni dari Jawa, Bali, Sumatra, Papua, Kalimantan, dari Jawa banyak, Jateng hingga Jatim," kata Rosa kepada wartawan, Jumat (24/12/2021).

Dengan pohon Natal persatuan persaudaraan ini, diharapkan bisa mendukung umat Nasrani dan saling merangkul semua dari kesenian. Pihaknya ingin semua umat beragama dan adat bersatu membangun Indonesia lebih maju dengan Bineka Tunggal Ika.

"Di pohon Natal dari barang kesenian nusantara ini terdapat batik parang, batik tiga naga. Karena di gereja kami banyak juga etnis China. Kami benar-benar menginginkan kita saling mendukung, bersatu, bersama," jelasnya.

Selain itu, keluarga Kudus dan Maria di gereja ini juga menggunakan kain tenun. Sebab ingin menunjukkan bahwa mereka juga ada di Indonesia dengan macam keragamannya.

"Kami mengharapkan (kebersamaan dan kerukunan), kita tujuan menyembah Tuhan," ujarnya.

Barang kesenian Nusantara yang digunakan dari berbagai provinsi di Indonesia seperti kuda lumping dari Kediri-Jatim, hiasan kepala sortali dari Batak, ikat kepala gendik dari Sumatra Selatan, kipas dari Bali, barang kesenian dari Aceh dan Sumatra Utara.

"Ada tameng dan mahkota dari Papua, topeng dari Banyuwangi, gelang Padang-Sumatra, batik dari Jateng. Kebanyakan dari luar. Belum semua provinsi, tapi mewakili dari provinsi di Indonesia. China ada payung dan lampion," sebutnya.

Pembuatan pohon Natal dari barang kesenian nusantara ini membutuhkan waktu satu minggu. Sedangkan pembuatan kandang di samping pohon Natal membutuhkan waktu 12 hari.

Simak juga video 'Kisah Natal Penuh Toleransi dari RM Adi Prasojo':

[Gambas:Video 20detik]



(sun/bdh)