Antisipasi Penyebaran COVID-19, Khofifah Cek Terminal Purabaya Bungurasih

Suparno - detikNews
Jumat, 24 Des 2021 15:59 WIB
Gubernur Khofifah Tinjau Terminal Purabaya di Sidoarjo
Foto: Suparno
Sidoarjo - Jelang Natal dan Tahun Baru, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau transportasi publik, di Terminal Purabaya Bungurasih dan Pelabuhan Tanjung Perak.

Kunjungan Gubernur Khofifah ingin memastikan penerapan protokol kesehatan, di lokasi pintu masuk masyarakat dari luar Jatim, maupun antar daerah. Ini dilakukan mengantisipasi penyebaran virus COVID-19.

Di Terminal Purabaya Bungurasih Sidoarjo Gubernur Khofifah memantau proses tes urine, serta vaksinasi yang dilakukan sopir bus, sebelum mengemudikan armadanya.

"Kalau polres mengambil pada kedatangan, kalau Polda Jatim mengambil keberangkatan. Ini menjadi penting untuk bisa menjaga ketenangan para penumpang bahwa mereka ada didalam armada yang drivernya crean and clear," kata Khofifah di Terminal Purabaya, Jumat (24/12/2021).

Khofifah menjelaskan pihaknya memberikan dukungan sepenuhnya, proses ikhtiar yang dilakukan polisi, dengan menggelar tes urine bagi para sopir bus, sebelum mereka mengemudikan armadanya ke daerah lain.

"Ada proses yang harus kita lakukan kehati hatian jangan sampai kemudian ada yang terkonfirmasi drug-user (Pengguna obat obat terlarang), kemudian mereka mengendarai dan ada penumpang, inikan membahayakan," jelasnya.

Khofifah menambahkan, aspek keamanan dan kenyamanan menjadi bagian penting. Kesiapsiagaan tersebut, telah dilakukan, mulai TNI, Polri, maupun Dinas Perhubungan, untuk menjaga nataru dalam pelayanan yang baik.

"Baik kita tadi di Pelabuhan Tanjung Perak, dan sekarang di Termninal Bungurasih, kita melihat ada proses vaksinasi juga ada tes urine di sini," terang Khofifah.

Sementara Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (KUPTD) Terminal Purabaya Imam Hidayat mengatakan tidak ada penambahan jumlah penumpang di terminal.

Saat ini, rata-rata penumpang perhari berkisar antara 4.500 hingga 5.000 orang. Jauh dari angka normal sebanyak 28 ribu penumpang. Begitu juga dengan jumlah bus, saat ini yang beroperasi sekitar 500 unit. Atau sepertiga dari jumlah normal sebanyak 15 ribu bus.

"Kami juga telah menggelar pemeriksaan secara teknis maupun administrasi armada bus. Hal ini juga untuk menjamin keselamatan penumpang. Cek fisik bus meliputi fungsi lampu, rem serta kondisi ban. Bila didapati menggunakan ban vulkanisir, maka bus tersebut harus putar balik," tandas Imam. (fat/fat)