Round-up

Akhir Kasus Syuting Sinetron di Semeru yang Tak Berizin dan Diprotes Warga

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 24 Des 2021 09:25 WIB
Syuting sinetron Terpaksa Menikahi Tuan Muda (TMTM) disesalkan banyak pihak karena digelar di area pengungsian Erupsi Semeru. Syuting itu dinilai tidak etis.
Syuting Sinetron TMTM di Semeru/Foto: Nur Hadi Wicaksono/detikcom
Surabaya -

Syuting sinetron Terpaksa Menikahi Tuan Muda (TMTM) disesalkan banyak pihak karena digelar di area pengungsian erupsi Semeru. Karena tak berizin, kru syuting diminta pulang.

Di posko pengungsian yang berada di Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Lumajang, syuting berlangsung mulai Selasa (21/12). Seperti yang sempat disampaikan Kepala Dinas Kominfo Lumajang, Yoga Pratomo.

Syuting sinetron tersebut menampilkan Leo Consul dan Rebecca Tamara sebagai pemeran. Rebecca berperan sebagai Amanda, seorang relawan di posko erupsi Gunung Semeru.

Sementara Leo berperan sebagai David, teman lama Amanda. Saat menjalankan tugas sebagai relawan, Amanda kemudian bertemu David. Ceritanya, David datang ke posko pengungsian untuk memberikan bantuan kepada korban erupsi Gunung Semeru.

"Dalam cerita film, Amanda yang bertugas menjadi seorang relawan bertemu teman lama David yang datang ke posko untuk memberikan bantuan kepada korban erupsi Gunung Semeru," ujar Dwi Eslogo, Line Producer Verona Pictures, Dwi Eslogo.

Sementara dalam posting-an yang beredar di media sosial, diterangkan bahwa warga Lumajang memprotes syuting sinetron tersebut. Syuting sinetron itu dinilai sebagai aktivitas yang kurang empati terhadap korban erupsi Gunung Semeru.

"Lumajang masih dalam suasana berkabung. Mayat saudara-saudara kita yang terkubur material Semeru masih dalam harapan bisa ditemukan. Tim Anda datang ke pengungsian hanya untuk shooting film. Ditambah lagi aktor dan aktrisnya beradegan pelukan di depan anak-anak. Sungguh sangat menyakiti hati kami," berikut tulisan dalam salah satu gambar yang beredar di media sosial.

Mengapa sinetron itu syuting di Semeru? Dwi Eslogo menjelaskan salah satu alasannya. Menurut Dwi, Co Producer sinetron TMTM merupakan putra Lumajang yakni Dwi Ilalang.

"Jadi Pak Dwi namanya putra daerah ketika Lumajang terjadi erupsi ingin ada partisipasi, yang dibidik dari point of view yang lain. Sehingga membuat framing yang berbeda melalui film," kata Dwi Eslogo.

Syuting tersebut tidak mengantongi izin. Seperti yang disampaikan Bupati Lumajang Thoriqul Haq. Ia mengaku tidak memberikan izin syuting kepada tim Production House (PH) Verona Pictures.

"Kegiatan itu tidak ada izin," kata Thoriq saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (23/12/2021).

Simak Video 'Syuting Sinetron TMTM di Semeru Dikecam Sana-sini':

[Gambas:Video 20detik]