Alasan Sinetron TMTM Syuting di Semeru

Nur Hadi Wicaksono - detikNews
Kamis, 23 Des 2021 11:37 WIB
Cuplikan syuting sinetron di lokasi terdampak erupsi Semeru viral di media sosial. Sebab, syuting sinetron tersebut diprotes warga Lumajang.
Syuting Sinetron TMTM di Semeru/Foto: Nur Hadi Wicaksono/detikcom
Lumajang - Syuting sinetron Terpaksa Menikahi Tuan Muda (TMTM) disesalkan banyak pihak karena digelar di area pengungsian Erupsi Semeru. Mengapa sinetron itu syuting di situ?

Dwi Eslogo, Line Producer Verona Pictures menjelaskan salah satu alasannya. Menurut Dwi, Co Producer Sinetron TMTM merupakan putra Lumajang yakni Dwi Ilalang.

"Jadi Pak Dwi namanya putra daerah ketika Lumajang terjadi erupsi ingin ada partisipasi, yang dibidik dari point of view yang lain. Sehingga membuat framing yang berbeda melalui film," kata Dwi Eslogo, Rabu (22/12/2021).

Di posko pengungsian yang berada di Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Lumajang, syuting berlangsung mulai Selasa (21/12). Seperti yang disampaikan Kepala Dinas Kominfo Lumajang, Yoga Pratomo.

Syuting sinetron tersebut menampilkan Leo Consul dan Rebecca Tamara sebagai pemeran. Rebecca berperan sebagai Amanda, seorang relawan di posko erupsi Gunung Semeru.

Sementara Leo berperan sebagai David, teman lama Amanda. Dalam menjalankan tugas sebagai relawan, Amanda kemudian bertemu David. Ceritanya, David datang ke posko pengungsian untuk memberikan bantuan kepada korban erupsi Gunung Semeru.

Sementara dalam posting-an yang beredar di media sosial, diterangkan bahwa warga Lumajang memprotes syuting sinetron tersebut. Syuting sinetron itu dinilai sebagai aktivitas yang kurang empati terhadap korban erupsi Gunung Semeru.

"Lumajang masih dalam suasana berkabung. Mayat saudara-saudara kita yang terkubur material Semeru masih dalam harapan bisa ditemukan. Tim Anda datang ke pengungsian hanya untuk shooting film. Ditambah lagi aktor dan aktrisnya beradegan pelukan di depan anak-anak. Sungguh sangat menyakiti hati kami," berikut tulisan dalam salah satu gambar yang beredar di media sosial.

Menurut warga, syuting di lokasi bencana kurang etis. Seperti yang disampaikan salah seorang warga, Najmudin.

"Menurut saya produksi film di lokasi bencana kurang etis, karena ini tempat pengungsian. Dan tempat bencana ketika dikomersilkan kan kurang bagus," ujar Najmudin kepada detikcom, Rabu (22/12/2021).

"Kecuali produksi film ada imfact kepada pengungsi. Seperti hasil dari produksi film untuk pembuatan hunian sementara atau rumah warga terdampak (erupsi Semeru)," imbuhnya.

Simak Video 'Syuting di Lokasi Bencana Semeru, Tim Produksi Verona Picture Buka Suara':

[Gambas:Video 20detik]



(sun/bdh)