Kemenkop UKM Akan Salurkan KUR Rp 350 T Pada Tahun 2022

Faiq Azmi - detikNews
Rabu, 22 Des 2021 23:14 WIB
launching UMKM Perempuan Perintis Indonesia
Launching UMKM Perempuan Perintis Indonesia (Foto: Faiq Azmi)
Surabaya - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) pada tahun 2022 akan menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 350 triliun. Angka tersebut, naik cukup signifikan dibanding KUR tahun 2021 yakni sebesar Rp 285 triliun.

KUR sendiri merupakan layanan pembiayaan dari pemerintah untuk pelaku UMKM yang sebenarnya punya prospek berkembang, tetapi belum bankable. Data Kemenkop UKM menunjukkan, jumlah UMKM yang belum bankable mencapai 20 juta pelaku usaha.

"Kita terus mendorong agar UMKM lebih bankable. Tahun depan Kemenkop UKM akan menyalurkan KUR sebeswr Rp 350 triliun," kata Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UKM usai menghadiri launching UMKM Perempuan Perintis (Uprintis) Indonesia, di Surabaya, Rabu (22/12/2021).

Teten membeberkan, data dari Kemenkop UKM menunjukkan, hingga November 2021, realisasi KUR mencapai Rp 262 triliun atau sebesar 92,26 persen dari target. KUR tersebut diberikan kepada 6.962.882 debitur. Dari jumlah itu, rinciannya, KUR Super Mikro sebesar Rp 9,71 triliun diberikan kepada 1.104.567 debitur, KUR Mikro Rp 165,86 triliun kepada 5.410.536 debitur.

Kemudian KUR Kecil atau khusus sebesar Rp 87,36 triliun dan diberikan kepada 446.653 debitur. Terakhir, KUR Penempatan TKI sebesar Rp 17,33 miliar dan diberikan kepada 1.126 debitur.

"Pelaku UMKM hampir 64 persen di antaranya adalah perempuan. Maka, kami mendorong agar UMKM terus berkembang karena berdampak pada perekonomian," terangnya.

Sementara itu, Founder & CEO Uprintis Indonesia, Novita Hardini mengatakan, Uprintis Indonesia hadir untuk memberikan pendampingan pada pelaku UMKM. Saat ini, pihaknya memiliki program 1.000 Incubate Women Preneur.

"Program ini diharapkan mampu mencetak UMKM perempuan yang jago berbisnis, promosi, networking luas dan mampu mengelola keuangan bisnis yang baik.
Sehingga UMKM naik kelas dan digitalisasi tidak hanya sebatas tagline semata," katanya.

Istri Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin ini menambahkan, satu hal yang membuat Uprintis Indonesia berbeda dengan yang lain adalah karena hanya fokus pada UMKM perempuan.

"Sehingga seluruh perempuan di Indonesia bisa saling berkolaborasi, sharing dan tumbuh bersama dalam satu wadah, Uprintis Indonesia," tandasnya. (iwd/iwd)