SD Negeri di Mojokerto Dibobol Maling, 5 Laptop Guru Raib

Enggran Eko Budianto - detikNews
Senin, 20 Des 2021 14:49 WIB
pembobolan sd di mojokerto
Pelaku masuk lewat genteng dan menjebol plafon (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto - SDN Sumolawang di Kecamatan Puri, Mojokerto dibobol maling. 5 Laptop yang biasa dipakai para guru untuk mengajar, raib.

Pencurian di sekolah ini pertama kali diketahui Ali Musyafak, Guru Olahraga SDN Sumolawang. Ia datang ke sekolah bersama seorang guru perempuan untuk mengambil surat wali murid pada Minggu (19/12) sekitar pukul 07.00 WIB.

"Ruangan guru masih terkunci, saat kami masuk, kami melihat ada lubang di plafon. Kemudian saya hubungi guru-guru lainnya untuk mengecek barang yang disimpan di ruangan tersebut," kata Ali kepada wartawan di lokasi, Senin (20/12/2021).

Lima guru yang biasa menyimpan laptop di sekolah pun berdatangan. Benar saja, 5 laptop di ruangan mereka. Kelima laptop tersebut sebelumnya disimpan di laci masing-masing meja guru dan lemari.

"Lemari masih terkunci, tapi laptopnya hilang. Laci yang ada laptopnya kondisinya sudah dicongkel," terang Ali.

Ali menduga pelaku masuk ke ruangan guru melalui atap dengan cara membongkar genting dan menjebol plafon. Kasus ini telah ia laporkan ke Polsek Puri pada Minggu (19/12).

"Saya diminta kepala sekolah lapor ke Polsek Puri kemarin sore, saya dimintai keterangan di polsek sampai jam setengah 10 malam," ujarnya.

Kepala SDN Sumolawang Abdul Majid menuturkan 5 laptop yang hilang sebagian aset sekolah. Raibnya lima laptop tersebut juga membuat data-data sekolah ikut hilang.

"Kerugian sekitar Rp 25 juta. Para guru sudah kami ingatkan agar tidak menyimpan barang berharga di sekolah karena jaminan keamanan di sekolah ini kurang," ungkapnya.

Majid memperkirakan pelaku lebih dari satu orang. Komplotan maling tersebut masuk ke ruangan guru dengan lebih dulu membongkar 4 genting. Pelaku lantas menjebol plafon, lalu turun ke dalam ruangan.

"Pelaku naik dari belakang ke genting, lalu menjebol plafon, kemudian turun di ruangan guru, ada bekas kakinya di dinding. Karena pintu tetap terkunci," tandasnya.

Sayangnya, Kapolsek Puri AKP Sri Mulyani belum merespons saat dikonfirmasi detikcom terkait pembobolan SDN Sumolawang. Baik saat dihubungi melalui WhatsApp maupun sambungan telepon. (iwd/iwd)