Motif Pembunuhan Pria di Surabaya Gegara Istri Pelaku Dihamili Korban

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Senin, 20 Des 2021 14:37 WIB
pembunuhan di surabaya
Pelaku membunuh korban yang telah hamili istrinya (Foto: Deny Prastyo Utomo)
Surabaya - Pelaku pembunuhan seorang pria di simpang tiga Jalan Stasiun Kota Surabaya tertangkap. Pelaku diamankan kurang dari 20 jam setelah kejadian.

Pelaku adalah AW (25), warga Sampang, Madura. Pelaku diamankan di rumahnya di Sampang, Madura. AW tak beraksi sendirian. Dia melakukannya bersama seorang temannya yang kini menjadi buron.

"Pelaku yang menganiaya korban. Kemudian satu yang mengendarai motor saat ini masih dalam pengejaran," ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Anton Elfrino kepada wartawan, Senin (20/12/2021).

Untuk motif, Anton mengatakan karena pelaku sakit hati kepada korban. Pelaku sendiri merupakan residivis pencurian dengan pemberatan yang baru saja bebas setelah menjalani masa tahanan.

"Untuk motif adalah sakit hati. Tersangka baru saja keluar dari tahanan, ia sebelumnya merupakan pelaku 363," kata Anton.

Anton menjelaskan berdasarkan pengakuan pelaku, setelah bebas dari tahanan, pelaku mendapati istrinya telah hamil dan melahirkan. Kehamilan itu otomatis bukan dari pelaku karena ia tengah menjalani hukuman.

"Begitu keluar dari tahanan, didapati istrinya sudah hamil yang bukan dari tersangka," ungkap Anton.

Setelah didesak, istri pelaku mengaku bahwa korban lah yang menghamili. Namun antara pelaku dan korban tidak saling mengenal.

Pelaku sendiri mengaku nekat membunuh korban lantaran sakit hati karena istrinya dihamili.

"Karena istri saya dihamili pak. Istri saya mengaku semua," kata pelaku.

Dalam kasus ini polisi mengamankan sejumlah barang bukti yakni satu buah celurit, satu buah motor, satu buah topi, dan satu buah baju. Pelaku juga terancam dijerat Pasal 351 KUHP ayat (3) dan atau Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun.

Lihat juga Video: Pria di Makassar Tikam Bosnya Hingga Tewas Saat Tagih Upah

[Gambas:Video 20detik]




(iwd/iwd)